Unit Sekolah
Sistem pembelajaran full day school, sebagai upaya pendidikan karakter sejak dini.
Mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dan agamais (nasima) dalam seluruh aspek pendidikan peserta didik.
Menempatakan peserta didik sebagai subyek dengan segala potensi dan karakteristiknya.
Nasima School believes that the future belongs to those who combine strong character, global competence, and lifelong learning skills.
Berita Terbaru
Informasi Berita terbaru dari Sekolah Nasima
“ Bagaimana caranya agar karakter nasionalis, agamais, itu juga tersebar kesemua lembaga pendidikan dan setiap manusia Indonesia.
Istilahnya me-NASIMA-kan Indonesia, Kecintaan pada tanah air yang mendalam dan keimanan yang teguh sebagi satu kesatuan adalah karakter yang bisa membuat seorang pemimpin amanah serta bekerja keras memajukan Negara”
KH M.A. Sahal Mahfudh, AH
(1937-2014, Ulama / Penasehat YPI Nasima)
Kata Mereka

Istiqomah dalam berbuat kebaikan, meskipun dari hal-hal kecil. Perkuat keikhlasan dalam mendidik. Hindari sifat hasut dan iri dengki. Semoga Sekolah Nasima senantiasa mendapat rahmat dan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala dalam mewujudkan program-pragram mulianya.

Semangat amal jariyah melalui tarbiyah pada seluruh warga Sekolah Nasima harus selalu ditumbuhkembangkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sebagai sekolah modern yang seimbang dalam pendidikan keilmuan, keterampilan, serta berkarakter kebangsaan Indonesia dan keagamaan yang rahmatan lil alamin. Nasima harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat tentang generasi yang unggul dan berakhlak mulia.

Seluruh proses pendidikan di Sekolah Nasima sejak awal telah disiapkan untuk menguatkan nilai-nilai nasionalisme Indonesia dan ajaran-ajaran Islam yang “rahmatan lil alamin”. Semuanya diiringi dengan “mulazamah” atau dekat dengan ulama agar selalu memperoleh fatwa, nasihat, kearifan, serta barokah doa para ulama.

Indonesia perlu seribu Nasima untuk menjamin generasi ke depan yang nasionalis relegius dan menjamin tegaknya eksistensi Indoensia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. Dr. (HC) KH. Hasyim Muzadi
