Cerita Seru Ramadan dari Anak-anak TK Nasima

2019-05-23 19:28:30

PUASA CERIA DI TK NASIMA : Anak-anak usia dini KB-TK Nasima berpuasa ceria, berkreasi kartu lebaran, dan langsung mengirimkannya melalui mobil pos keliling yang mampir di KB-TK Nasima Jalan Puspanjolo Tengah Raya 69 Semarang (21/5/2019).

 

Anak-anak usia dini TK Nasima dibimbing para guru dan orang tua untuk mengenal ragam ibadah di bulan Ramadan. Upaya pengenalan disesuaikan dengan karakteristik tumbuh kembang mereka. Akbar, salah satu peserta didik TK Nasima Semarang bercakap, “ Ramadan itu harus puasa. Nggak boleh marah-marah, nggak boleh makan sama minum. Tunggu kalau sudah asar sama magrib baru boleh makan. Tapi tetap nggak boleh marah. Juga nggak boleh lari-lari, nanti bisa batal puasanya karena haus”.

Selama Ramadan anak-anak memang diajak untuk berlatih puasa oleh ibu guru dan orang tua di rumah. Di rumah mereka diajak sahur bersama oleh orang tua, sedangkan di sekolah mereka diajak berpuasa dengan tidak membawa bekal makan dan minum. Kemudian mereka dapat berbuka puasa sekuat mereka. Ada diantara mereka yang berpuasa sampai pukul 10.00, ada pula yang berpuasa sampai zuhur.  Namun ada beberapa anak yang kuat berpuasa penuh sampai magrib. Seperti Audrey, peserta didik TK B Nasima.Saya kadang-kadang puasanya sampai magrib. Bisa kuat. Kadang-kadang sampai zuhur terus puasa lagi sampai magrib, kata Audrey

KARTU LEBARAN KREATIF : Wira, peserta didik KB Nasima bersemangat menunjukkan kartu lebaran hasil kreasinya sebelum dimasukkan amplop, diberi perangko, dan dikirimkan ke ayah bundanya via pos.

 

Nah, bulan Ramadan terus berjalan dan segera berujung pada perayaan Idul Fitri. Untuk menyambut Idul Fitri, anak-anak TK Nasima membuat aneka kreasi kartu lebaran untuk orang tua masing-masing. Bilamana sudah jadi kartu tersebut akan dikirim ke rumah mereka. Aneka kreasi kartu lebaran mereka buat dengan teknik gabungan antara menggambar dengan kolase kain perca. Ada yang membentuk masjid, mama papa yang pergi ke masjid, dan ada juga membentuk kertas menyerupai ketupat lebaran. Mereka pun menuliskan ucapan selamat Idul Fitri dan ucapan maaf mereka kepada orang tua.

Saat salah satu anak bertanya,Bu, mengapa harus minta maaf?” Guru TK Nasima, Sri Haryanti SPd menjawab dengan sabar.Nak, kita kadang-kadang berbuat salah pada orang tua kita. Seperti cemberut pada mereka, tidak merapikan tempat tidur atau mainan, dan sebagainya. Bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan Idul Fitri atau lebaran sebentar lagi alangkah indahnya bila kita minta maaf dan juga memberi maaf. Jadi itulah sebabnya kita perlu menulis permintaan maaf. Allah Yang Maha Pemaaf semoga semakin sayang pada kita, jelas Sri Haryanti


MEMBERI STEMPEL : Bu Forta dari PT POS INDONESIA membimbing anak-anak Nasima memberi stempel pada amplop masing-masing.


TAK POS : Anak-anak KB-TK Nasima antri secara tertib untuk memasukkan amplop kartu lebaran ke kotak pos. Bismillah, semoga lancar sampai ke rumah. Terima kasih Bapak Ibu Pos!

 

Raut keceriaan semakin berbinar saat mobil pos keliling menyambangi kampus KB-TK Nasima Rabu (22/5/2019). Sebanyak 112 peserta didik KB-TK Nasima menyiapkan perangko yang bergambar diri mereka sendiri. Yah, perangko-perangko itu dicetak oleh PT POS Indonesia berdasarkan pesanan dari TK Nasima. Dibimbing petugas pos anak-anak tampak sigap menempelkan perangko di amplop kartu lebaran masing-masing. Setelah itu mereka diizinkan untuk menstempel perangko mereka sendiri didampingi petugas pos keliling yang dipanggil Bu Forta dan Pak Taufik. Mereka juga memasukkan amplop masing-masing ke kotak pos yang telah disediakan. “Antarkan kartu lebaran kami ya Pak Pos! pinta Nola, peserta didik  TK A Nasima. (Nisa)


Messages