SD


Image

Sekolah yang beralamat di Jalan Puspanjolo Selatan 53 Semarang ini konsisten dengan pendidikan seutuhnya. Bukan sekedar pengajaran.  Pendidikan di SD Nasima pada prinsipnya adalah pembiasaan dan penguatan karakter peserta didik yang telah diletakkan dasar-dasarnya di TK Nasima sebagai proses pendidikan berkelanjutan di Nasima. Meski begitu peserta didik dari TK-TK manapun tetap bisa masuk ke SD Nasima dan dengan mudah bisa menyesuaikan diri dalam budaya sekolah yang nasionalis agamis khas “Sekolah Merah Putih”.

Enam periode kepemimpinan kepala sekolah merintis, mematangkan, dan mengembangkan SD Nasima semakin berkualitas. Periode pertama SD Nasima dikepalai Joko Sulistiyono, S.Pd. Setelah itu Dwi Sukaningtyas, M.Pd, Dra. Sulastri, Indarti Suhadisiwi, M.Pd, Sri Budiani, M.Pd, Muhson, S.Pd, dan lalu sekarang Sri Budiani, M.Pd lagi. Komitmen mereka beserta segenap pendidik dan tenaga pendidikan adalah berusaha membawa SD Nasima semakin berkualitas dan mampu menjadi pelopor sekolah berkarakter kebangsaan.

 

Full day school sejak kelas satu

SD Nasima menerapkan sistem pembelajaran full day school pada hari Senin s.d. Jumat. Kelas I dan II masuk mulai pukul 06.55 s.d. 14.00 WIB. Kelas III s.d. VI masuk pukul 06.55 s.d. 15.30. Hari Sabtu peserta didik melakukan aktivitas belajar atau kegiatan bebas kreatif di rumah masing-masing. Kegiatan harian secara umum adalah rutinitas awal pembelajaran atau rutinitas pagi Nasima, pembelajaran tematik integratif, shalat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama, salat Asar berjamaah (khusus kelas III-VI), serta rutinitas jelang pulang.

Sistem pembelajaran full day school diterapkan sejak awal Nasima berdiri sebagai upaya pendidikan karakter sejak dini. Nasima mendidik peserta didiknya untuk menjadi insan Indonesia yang beretos kerja atau berdaya juang tinggi, pembelajar, kreatif, teguh aqidah, disiplin, dan berprestasi. Dengan jam sekolah yang lebih panjang peserta didik dibiasakan belajar tuntas dan berperilaku mulia didampingi para guru. Generasi nasionalis agamis (nasima) dengan etos kerja tinggi tersebut diharapkan menjadi generasi masa depan yang mampu memimpin Indonesia berperan, bersanding, dan bersaing di kehidupan global.

Rutinitas pagi terdiri dari kegiatan ikrar, menghormat bendera, menyanyi “Indonesia Raya”, mujahadah Asmaul Husna, taddarus Al-Qur’an atau hafalan Juz Amma, curah ekspresi (WIFLE – what I feel like expression), motivasi, dan doa awal pelajaran. Wali kelas mendampingi proses ini. Setelah itu pembelajaran dilakukan secara tematik integratif, kreatif, dan menyenangkan. Kurikulumnya menggunakan kurikulum nasional plus ke-Nasima-an, yaitu Baca Tulis Al Qur’an, Bahasa Arab, English Conversation, dan komputer dengan program computertots. Proses pembelajaran tersebut diintegrasi dengan pendidikan agama dan akhlak al karimah, wawasan kebangsaan atau nasionalisme, penerapan teknologi informasi, penguasaan bahasa asing, serta pengenalan lingkungan dan profesi.


Pendidikan cinta lingkungan peserta didik SD Nasima melalui penanaman mangrove

 

Selain itu pendekatan dan metode pembelajaran tetap mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak-anak. Kelas I dan II yang masih masuk kategori usia dini misalnya, para guru tetap menjadi fasilitator pembelajaran kreatif menyenangkan dengan prinsip belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Pembelajaran menarik itu dilengkapi fasilitas yang sangat lengkap, misalnya laboratorium IPA, laboratorium matematika, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa. Area bermain, bengkel seni rupa, studio musik, kolam pasir, papan pajangan karya, dan fasilitas penunjang lain semua tersedia.

Peserta didik beristirahat 2 kali di sela pembelajaran. Istirahat pagi digunakan untuk kegiatan makan bekal dari rumah. Sekolah tidak menyediakan kantin sebagai upaya pembiasaan sikap riyadlah atau mampu menahan diri dengan tidak jajan sembarangan. Selain itu juga membiasakan makan sehat dan hemat dari rumah. Istirahat siang diisi dengan kegiatan shalat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama. Pendidikan karakter tak lepas dari kegiatan-kegiatan tersebut. Disiplin waktu shalat, shalat berjamaah, zikir, dan makan bersama dengan tatacara Islami merupakan bagian dari upaya mulia itu. Kegiatan kunjung perpustakaan, bermain, berdiskusi, dan sebagainya juga bisa dilakukan pada jam istirahat.

Mengakhiri kegiatan pendidikan, di sore hari setelah jamaah Asar, peserta didik berkerja bakti membersihkan dan merapikan kelas. Kegiatan conclusion atau kesan pesan menjadi tradisi menemukan kesimpulan atau manfaat belajar pada hari yang bersangkutan. Menyanyikan lagu wajib nasional atau lagu daerah dilakukan menjelang doa pulang dan salam pamit dengan wali kelas. Sehari penuh kegiatan menyenangkan dan bernilai membuat peserta didik mendapatkan ilmu secara komprehensif. Fasilitas sekolah yang sangat lengkap, kelas nyaman, teman-teman yang ceria, serta guru-guru kreatif dan care membuat peserta didik betah menikmati suasana belajar full day school di Nasima.

Sekolah yang dikepalai Sri Budiani, M.Pd ini semakin mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan pemerintah. Empat kelas paralel di setiap tingkatnya selalu penuh terisi peserta didik sesuai kuota. Prestasi akademik dan nonakademik peserta didik serta sekolah juga terus diraih di berbagai level. Akreditasi A dan Sertifikasi ISO juga telah diterima. SD Nasima ditasbihkan sebagai Juara I Sekolah Berkarakter Kebangsaan Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2017 SD Nasima mendapat amanah dari Kemdikbud RI menjadi Sekolah Percontohan Nasional Program Penguatan Pendidikan Karakter. Satu-satunya di Kota Semarang, dan satu dari tiga SD se-Jawa Tengah. Oleh karena itu SD Nasima menjadi rujukan dan bertanggungjawab untuk menyosialisasikan pendidikan karakter ke sekolah-sekolah lain. “Kami bersyukur pada Allah atas segala yang dilimpahkan kepada Sekolah Nasima. Syukur itu kami wujudkan dengan terus mengevaluasi diri, komitmen pada visi misi, dan terus berinovasi memajukan diri. Kami siap berperan, bersanding, dan bersaing demi kemajuan pendidikan bangsa, “ kata Sri Budiani dengan nada optimis.


 Daftar Klik di Sini

Messages