SMP


Image

Pendidikan di Nasima merupakan suatu proses berkelanjutan sejak usia dini. Pengenalan, penanaman, dan pembiasaan nilai-nilai ilmu pengetahuan, nasionalisme, agama, dan akhlak al karimah dilakukan ketika usia dini sampai SD Nasima. Ketika sampai di jenjang SMP Nasima peserta didik tetap melakukan pembiasaan sebagaimana di jenjang sebelumnya, namun diperkuat dengan proses pemahaman dan penerapan. Karakteristik perkembangan peserta didik yang sampai pada taraf pra remaja menjadi dasar proses pendidikan.

SMP Nasima beralamat di Jalan Trilomba Juang 1 Semarang. Lokasinya sangat strategis, karena di sekitar pusat Kota Semarang. Akreditasi A dan sertifikasi ISO 9001:2015 telah disandang. Tak ayal, SMP Nasima selalu diserbu calon peserta didik yang ingin mendaftar sekolah. Tingginya animo pendaftar itu menunjukkan kepercayaan atau amanah yang besar dari masyarakat, utamanya orang tua peserta didik. Mereka sangat mengharapkan memperoleh layanan pendidikan berkualitas sesuai visi misi YPI Nasima. Menjawab kepercayaan itu, sejak berdiri SMP Nasima konsisten mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dan agama (nasima) dalam seluruh aspek pendidikan peserta didik.

Pembiasaan ibadah dan perilaku Islami ditegakkan sebagai pondasi. Peserta didik difasilitasi untuk membiasakan, memahami, dan menerapkan shalat fardhu berjamaah, shalat sunnat, mujahadah, taddarus, doa harian, peringatan hari besar Islam, sadaqah jariyah, integrasi nilai agama dalam pembelajaran, dan makan bersama. Secara bergantian peserta didik dipercaya untuk menjadi muadzin, menjadi imam, memimpin wirid atau mujahadah, memandu doa, dan sebagainya. Lewat OSIS dan kepengurusan kelas dibentuk bidang kerohanian untuk memimpin teman-temannya disiplin beribadah. Mereka juga dilatih untuk mengelola kegiatan-kegiatan peringatan hari besar Islam seperti Pesantren Ramadan Nasima, Idul Fitri, Idul Adha, Isra’Mi’raj, Tahun Baru Hijriyyah, Maulud Nabi, dan sebagainya. Wali kelas intensif melakukan pendampingan di kelasnya dari rutinitas pagi sampai rutinitas sore.

Penanaman wawasan kebangsaan atau nasionalisme juga tak diragukan lagi. SMP Nasima mendidik nasionalisme melalui setting ruang yang bernama dan bernuansa nama-nama daerah se-Indonesia. Selain itu juga dibiasakan lewat rutinitas Nasima yang dilakukan setiap hari belajar, seperti ikrar siswa Nasima, hormat bendera, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, dan lagu-lagu nasional. Kegiatan kreatif seperti  live in, outbond, dan pelatihan kepemimpinan terprogram dilaksanakan. Secara insidental peringatan hari besar nasional juga diperingati melalui upacara bendera, aneka lomba heroik, napak tilas, temu veteran pejuang, dan ziarah ke taman makam pahlawan. Setiap Hari Kemerdekaan peserta didik dan guru selalu berpakaian adat Nusantara. Para veteran pejuang juga diundang sebagai penyemangat. Tak ketinggalan aneka kelompok seni tradisional diundang untuk pentas di sekolah, misalnya Reog Ponorogo dan rampak tifa saudara-saudara dari Papua.


Pentas seni Bhineka Tunggal Ika SMP Nasima bersama saudara-saudara dari Papua


Dalam rangka membekali peserta didik dengan penguasaan aneka bahasa, SMP Nasima ada beberapa mata pelajaran bahasa asing selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Bahasa asing yang diajarkan yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Mandarin. Secara periodik diadakan kegiatan bersama native speaker, pentas berbahasa Inggris, yang biasa disebut ECY (English Conversation for Youngters) Fiesta, dan wawancara bebas bersama turis di beberapa obyek wisata seperti Candi Borobudur dan sebagainya.

Pembiasaan dan penguasaan teknologi informasi dilaksanakan melalui mata pelajaran TIK dan komputer, pembelajaran berbasis multimedia, dan sebagainya. Peserta didik juga dimotivasi untuk menggunakan TI dengan bijak melalui program Netiket. Tugas-tugas pengembangan pelajaran menggunakan media TI juga biasa dilakukan.



Belajar lapangan di Batik Danarhadi, Solo


SMP Nasima juga terprogram untuk melakukan kegiatan pengenalan lingkungan dan profesi di akhir tema pembelajaran. Tujuannya adalah mendekatkan peserta didik dan materi beberapa mata pelajaran dengan keadaan nyata di lapangan. Pendidik melakukan riset keterkaitan standar kompetensi beberapa mata pelajaran dengan beberapa alternative obyek kunjungan sebelum kegiatan dilaksanakan. Peserta didik aktif melakukan eksplorasi materi berdasarkan lembar-lembar kegiatan yang telah disusun. Di akhir kegiatan peserta didik wajaib membuat laporan kegiatan dan persentasi di kelas.

Fasilitas  lengkap disediakan untuk mendukung semua proses pendidikan. SMP Nasima memiliki  4 kelas paralel untuk setiap tingkat dengan tata ruang berperangkat multimedia (LCD projector, LCD screen, komputer), perpustakaan luas dan lengkap, laboratorium sain, laboratorium matematika, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, free hotspot area,  ruang kegiatan seni, tempat ibadah,  klinik kesehatan dengan perawat professional, dan ruang konsultasi / BK. Selain itu juga disediakan catering untuk makan siang bersama.

Aneka kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan untuk memfasilitasi potensi bakat minat peserta didik. Pramuka menjadi ekstra wajib. Untuk ekstra pilihan peserta didik bisa memilih desain grafis, KIR, jurnalistik, lukis, tari, musik, volley,  silat, futsal, dsb. Ada juga ekstra khusus, antara lain paskibra, basket, dan band.

Semua kegiatan pendidikan SMP Nasima dikemas dalam sistem Full day school; yaitu belajar dari pukul 06.55 sampai 15.30 WIB pada hari Senin-Jumat. Hari Sabtu peserta didik berkegiatan mandiri bersama keluarga di rumah, seperti penyelesaian tugas proyek, belajar mandiri, dan sebagainya. Peserta didik tidak diperkenankan membawa HP, jajan sembarangan, dan mengendarai kendaraan bermotor. Tidak ada kantin di sekolah. Peserta didik harus membawa bekal makan minum untuk istirahat pagi dan makan siang bersama dengan catering yang disediakan sekolah. Semua itu merupakan bagian dari proses pendidikan karakter khas Nasima.

Proses pendidikan SMP Nasima sampai saat ini dimatangkan oleh empat periode kepemimpinan kepala sekolah. Pertama dipimpin Drs. Nowo Susilo, BA. Setelah itu Supramono, M.Pd, lalu Joko Sulistiyono, S.Pd, dan sekarang Dwi Astuti, S.Pd, M.M sebagai Kepala SMP Nasima. Mereka didampingi guru-guru profesional, amanah, kreatif, care, dan komunikatif. 



Daftar Klik di Sini

Messages