Sekolah Nasima

Sekolah Nasima Ziarah di Makam Ulama Pejuang Bangsa, Kyai Syafii Pijoronegoro

Bagikan

ZIARAH AULIA: Organ YPI Nasima dan para pendidik Sekolah Nasima melakukan ziarah ulama sekaligus pejuang, KH Syafii Pijoro Negoro di Mangkang Kota Semarang (Jumat 14/11/2025)

 Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari organ YPI Nasima serta para guru dan tenaga kependidikan Sekolah Nasima melaksanakan ziarah ke makam ulama pejuang, Kyai Syafii Pijoronegoro, pada Jumat Kliwon malam Sabtu Legi, 14 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Luhur, Dondong, Mangkang, Kota Semarang, dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan rutin Setu Legen yang diselenggarakan oleh Sekolah Nasima. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc. Turut berziarah Ketua Pengawas, Drs H Ragil Wiratno MH, Wakil Ketua Pengurus Ilyas Johari SPd MM, Direktur Asrama dan Keagamaan Ahmad Mundzir MAg AH, Direktur Litbang Supramono MPd, serta Direktur Humas dan Publikasi Muhson SPd MM.

Suasana ziarah berlangsung khidmat sejak rombongan memasuki area pondok dan makam yang berada di lingkungan pesantren bersejarah itu. Pembacaan tahlil, doa bersama, dan refleksi nilai perjuangan para ulama dilakukan dengan penuh ketulusan. Kegiatan malam itu membuka rangkaian Setu Legen yang akan dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan Khataman dan Simakan Al-Qur’an oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan di Aula Kaimana SMA Nasima.

Kyai Syafii Pijoronegoro dikenal tidak hanya sebagai ulama penyebar agama Islam di wilayah Semarang bagian barat, tetapi juga sebagai salah satu panglima pasukan Mataram Islam pada masa Sultan Agung. Dalam sejarah lisan masyarakat, beliau termasuk tokoh yang mendapat amanah langsung dari Sultan Agung untuk memimpin pasukan dalam penyerangan ke Batavia guna menghadapi VOC. Kiprah beliau dalam dakwah dan perjuangan fisik tersebut menjadikan sosoknya dihormati sebagai ulama sekaligus pejuang, sehingga makamnya tetap menjadi tujuan ziarah bagi masyarakat yang ingin meneladani semangat keberanian dan ketulusannya dalam mengabdi pada agama, negara, serta masyarakat.

Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc menyampaikan bahwa ziarah ini tidak hanya sebatas tradisi, tetapi menjadi momen penguatan spiritual bagi seluruh pendidik. “Para ulama seperti Kyai Syafii telah menunjukkan ketulusan dalam berjuang untuk agama dan umat. Melalui ziarah ini, kami berharap nilai-nilai perjuangan beliau dapat kita teladani dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian di lingkungan Nasima,” ujarnya.

KHATAMAN AL QUR’AN: Organ YPI Nasima dan seluruh guru serta tenaga kependidikan Sekolah Nasima melakukan kegiatan khataman dan simakan Al Qur’an di Aula Kaimana SMA NAsima (Sabtu 15/11/2025)

 

Salah satu peserta ziarah, Nur Maksudi turut menyampaikan kesan mendalam setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Ia merasa ziarah malam itu memberi ketenangan batin sekaligus memperkuat tekad dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. “Suasana makam yang penuh keteduhan membuat kami lebih dekat dengan nilai-nilai perjuangan para ulama. Semoga semangat ini terbawa sampai kegiatan Khataman esok dan terus mengiringi pengabdian kami di sekolah,” ungkapnya.

 

Khataman Al Qur’an

Keesokan harinya (Sabtu 15/11/2025), seluruh guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan khataman dan simakan Al Qur’an. Pelafal Al Qur’an secara hafalan adalah para guru Al Qur’an yang hafidz dan hafidzah. Guru Al Qur’an dan semua hadirin menyimaknya. Pelafalan Juz 1-29 dilaksanakan di tiga tempat, yaitu Masjid Baitul Masykur Nasima, ruang belajar Boarding Nasima, dan Aula Kaimana yang semuanya berada di SMA Nasima, Jl Arteri Yos Sudarso Kota Semarang.

 

DOA UNTUK PENDAHULU: Anggota Tim Keagamaan Sekolah Nasima, Kyai Muhammad Amin MPd AH (nomor 2 dari kiri) didampingi Direktur Asrama dan Keagamaan YPI Nasima, Ahmad Mundzir MAg AH serta guru Al Qur’an menghunjukkan doa untuk para pendahulu Sekolah Nasima seusai acara Khataman dan Simakan Al Qur’an.

 

Setelah itu semua berkumpul di Aula Kaimana untuk melafal Juz 30 Al Qur’an secara bersama-sama. Acara dilanjutkan dengan membaca tahlil dan doa untuk arwah para pendahulu YPI Nasima, YP Budisiswa, dan YP Pangeran Diponegoro. Menjelang shalat Zuhur berjamaah semua guru membentuk kelompok untuk mengasah kemampuan membaca Al Qur’an. (naskah: Pram, foto: Pram)


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *