LORONG BINTANG 99: Jalur masuk utama SMP Nasima kini tampak apik dengan lobi dan almari piala yang artistik serta simbol bintang 99 yang ikonik (Senin 9/2/2026).
Sekolah “Merah Putih” Nasima pada usia ke-32 pada tahun 2026 ini terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui pembenahan fasilitas fisik yang estetis. Langkah ini berjalan beriringan dengan inovasi akademik seperti pembukaan kelas internasional yang teregistrasi resmi di Cambridge University. Beberapa titik strategis pun bersolek, mulai dari pembaruan pagar depan SD, lobi di seluruh jenjang, fasad aula, hingga area tunggu orang tua yang lebih nyaman. Penataan ulang ini tidak hanya bertujuan untuk kenyamanan, tetapi juga menciptakan sudut-sudut ikonik yang representatif sebagai spot foto bagi warga sekolah maupun tamu.
Fokus renovasi yang paling mencuri perhatian berada di SMP Nasima, Jalan Trilomba Juang 1 Semarang, tepatnya pada akses utama yang populer disebut “Lorong 99”. Lorong di tengah gedung utama ini kini tampil lebih elegan dengan pembaruan lobi dan penataan rak piala di sisi selatan sebagai media apresiasi prestasi siswa. Dinamakan Lorong 99 karena pada dinding kanan dan kiri bagian atas terdapat relief bintang emas berjumlah sembilan dengan gradasi ukuran yang menawan. Di ujung setiap deretan bintang, terdapat pula enam garis vertikal emas yang kontras di atas dasar dinding berwarna putih dan merah, warna kebanggaan Nasima.
Setiap elemen visual di lorong ini mengandung makna simbolik yang mendalam terkait pilar keimanan dan sejarah Islam. Menurut Direktur Litbang YPI Nasima, Supramono MPd, enam garis vertikal tersebut merupakan pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk senantiasa menjaga dan memperkuat enam rukun iman. Sementara itu, sembilan bintang emas melambangkan semangat dakwah Walisanga di Nusantara yang menyebarkan Islam rahmatan lil alamin. Ajaran ini menekankan kasih sayang, kedamaian, dan kemampuan mengakomodasi keragaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi inti karakter di Sekolah Nasima.

LOBI BERKARAKTER: Karakter nasionalis agamais divisualisasikan pada warna dasar merah putih serta ornamen-ornamen yang memiliki makna simbolik kuat.
Lebih detail lagi, susunan bintang tersebut juga merepresentasikan fondasi hukum Islam dan persatuan umat. Satu bintang besar di tengah melambangkan kepemimpinan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam beserta sumber ajaran Al-Qur’an, Hadits, Ijma, dan Qiyas. Empat bintang yang lebih kecil di sekelilingnya melambangkan empat madzhab besar, yakni Imam Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali. Dengan simbolisme ini, Sekolah Nasima mendidik siswanya untuk menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah wathaniyyah, dan ukhuwah basyariyyah—persaudaraan sesama muslim, sesama bangsa, dan sesama umat manusia—tanpa menonjolkan perbedaan yang ada. Sebutan 99 pun memvisualisasikan 99 sifat Allah atau Asma’ul Husna.

NILAI-NILAI LUHUR: Rak yang lapang untuk menaruh vandel serta piala disempurnakan dengan pilar 6 dan bintang 9 berwarna emas sebagai simbol nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi warga Sekolah Nasima.
Perubahan wajah sekolah ini disambut baik oleh manajemen sebagai suntikan energi positif bagi lingkungan belajar. “Keberadaan tampilan baru di SMP Nasima ini memberikan kesegaran dan menambah keindahan penampilan sekolah secara keseluruhan,” ujar Kepala SMP Nasima, Yudina Tri Heryanti MPd. Dia menambahkan bahwa estetika bangunan yang sarat makna ini diharapkan mampu memotivasi seluruh tenaga pendidik dan siswa untuk terus memacu prestasi dan meningkatkan kualitas di segala bidang, selaras dengan visi Nasima sebagai sekolah nasionalis-agamais yang modern. (Pram)
