Sekolah Nasima kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan program Ramadhan yang berkualitas melalui kegiatan Pembekalan Pemateri Modul Pesantren dan Imam Salat Tarawih. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (14/02) di Hall Kaimana lantai 3 SMA Nasima dan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas guru serta tim keagamaan dari berbagai unit pendidikan.
Pembekalan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pelaksanaan Pesantren Ramadhan dan salat Tarawih berjalan terarah, terstruktur, dan sesuai dengan karakter khas Nasima. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Ahmad Mundzir, M.Pd., selaku Direktur Agama dan Keasramaan, mengupas secara komprehensif ketentuan umum pesantren serta kriteria dan tanggung jawab imam salat Tarawih di lingkungan Sekolah Nasima.
Dalam paparannya, Dr. Ahmad Mundzir menekankan pentingnya memahami karakteristik peserta didik pada setiap jenjang—SD, SMP, hingga SMA—agar pendekatan materi maupun praktik ibadah dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan spiritual dan psikologis mereka. “Keseragaman visi dan pemahaman menjadi kunci agar program Ramadhan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar membentuk karakter religius dan akhlakul karimah peserta didik,” ungkap beliau.
Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dan sharing pengalaman dibuka. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi praktik baik, serta menguatkan kesepahaman dalam menyukseskan program Ramadhan. Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menyatukan persepsi sekaligus menyusun strategi implementasi yang efektif di masing-masing unit.
Tak hanya teori, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung. Tim QLC mengajak peserta mempraktikkan menjadi imam salat Tarawih dengan nada bacaan tartiluna, sehingga para calon imam dapat melatih ketepatan makhraj, tajwid, serta irama bacaan yang tartil dan menenangkan. Latihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah Tarawih di lingkungan sekolah.
Pada sesi akhir, peserta dibagi berdasarkan unit SD, SMP, dan SMA untuk merancang strategi penyampaian modul pesantren yang telah disusun bersama. Diskusi kelompok ini menghasilkan berbagai gagasan kreatif dan aplikatif sesuai karakteristik jenjang masing-masing.
Melalui pembekalan ini, Sekolah Nasima meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan program Ramadhan yang tidak hanya sarat makna, tetapi juga terkelola secara profesional. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang solid, diharapkan Pesantren Ramadhan dan pelaksanaan salat Tarawih tahun ini mampu menjadi momentum penguatan spiritualitas sekaligus pembentukan karakter Islami bagi seluruh warga sekolah.(dwas)

