KOLABORASI UNTUK PENDIDIKAN: Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ketua Srikandi Jawa Tengah, dan Ketua Pengurus YPI Nasima (nomor 9, 10, 11 dari kiri) bersama para tokoh serta peserta didik SMP Nasima yang mendapat souvenir sepatu sekolah.
Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini dimaknai secara mendalam oleh keluarga besar SMP Nasima Semarang. Selama dua hari berturut-turut, Kamis dan Jumat (7-8/5/2026), suasana sekolah tampak lebih dinamis dengan deretan kegiatan yang tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antarwarga sekolah. Mulai dari ajang adu bakat dalam speech contest, kemeriahan sambung lagu perjuangan, kreativitas poster digital, hingga adu ketangkasan di Lomba Cerdas Cermat (LCC), semuanya bermuara pada satu tujuan: merayakan kebangkitan pendidikan Indonesia dengan semangat kebersamaan.
Puncak acara yang paling dinanti jatuh pada hari Jumat, saat seluruh elemen sekolah berkumpul untuk mendeklarasikan gerakan anti-bullying. Seminar yang digelar sebelum deklarasi menjadi pengingat bagi para siswa bahwa sekolah harus menjadi “rumah kedua” yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Seminar akan diisi oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PPA Provinsi Jawa Tengah. Isti Ilma Patriani MPsi. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Wakil Ketua DPRD Jateng, Dr Muhammad Saleh MH MEn, Ketua Srikandi Jawa Tengah, Dr Ratih Pratiwi SPd MSi MM, Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd, hingga Ketua Darma Wanita Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Nur Arafah Taj Yasin dan Ketua Darma Wanita Kementerian ESDM, Hj Sri Suparni Bahlil Lahadalia yang menutup acara secara resmi. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menambah bobot prestisius pada peringatan tahun ini. Nasima kembali membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan ekosistem moral yang sehat.
PIDATO BERBAHASA INGGRIS: Salah satu peserta lomba pidato berbahasa Inggris memukau juri dan teman-temannya dengan materi bertema generasi berkarakter nasionalis agamais.

PERKUAT NASIONALISME: Peserta didik secara berkelompok menampilkan kemampuannya dalam merangkai lagu-lagu perjuangan nasional menjadi sajian yang menarik.

UJI WAWASAN: Peserta lomba cerdas cermat pengetahuan umum beradu wawasan dengan menjawab beragam pertanyaan juri secara cepat dan tepat.
Di balik kemeriahan lomba, Sekolah Nasima terus mempertegas posisinya sebagai lembaga pendidikan berbasis karakter nasionalis-agamais. Inovasi layanan terus dikembangkan, mulai dari unit KBTK hingga SMA yang dilengkapi dengan daycare edukatif serta fasilitas boarding school di Semarang. Bahkan, Nasima telah meluaskan jangkauannya hingga ke Pare, Kediri, melalui pembangunan Kyarra—sebuah dormitory holistik yang menjadi pusat pelatihan bahasa Inggris, China, dan lainnya. Ekspansi ini menjadi bukti nyata bahwa Nasima tidak pernah berhenti bertransformasi demi menjawab tantangan pendidikan global tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi dan kontribusi luar biasa dari Srikandi Jateng dalam kegiatan ini. Keterlibatan lembaga pemeduli pendidikan sangat krusial bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kami harap kolaborasi ini terus berlanjut. Komitmen kami tetap teguh: menyelenggarakan pendidikan berkualitas tinggi yang berfondasi pada karakter nasionalis dan agamais, baik melalui unit sekolah kami di Semarang maupun pusat pelatihan holistik Kyarra di Pare,” ungkap Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd.

SINERGI MELAWAN PERUNDUNGAN: Para tokoh dan warga Sekolah Nasima bersepakat untuk memajukan pendidikan tanpa adanya perundungan.
“Bisa kembali bersilaturahmi di Nasima adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya, karena pendiri Nasima, Bapak H. Yusuf Nafi, sudah seperti orang tua dan guru yang membimbing saya dalam banyak hal. Jika melihat data, pendidikan di Jawa Tengah masih memiliki banyak tantangan besar terkait kualitas dan keberlanjutan studi. Di sinilah peran sekolah swasta bermutu seperti Nasima menjadi sangat penting; kalian adalah dinamisator yang mampu mendorong percepatan peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Tengah,” jelas Wakil Ketua DPRD Jateng, Dr Muhammad Saleh SH MH MEn. (Pram)
