MEYAKINKAN PUBLIK: Peserta didik SMA Nasima kelas XII, Ismi Bunga Arifani didampingi ibundanya berhasil menjawab ujian terbuka terkait Al Qur’an yang dipandu oleh Ustadz Muh Maimun Fahoni MPd AH (paling kiri) dan Ustadz Aditia Tresna Wijayanto MPd (paling kanan)
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Aula Kaimana SMA Nasima Jalan Arteri Yos Sudarso Kota Semarang pada Jumat (15/5/2026). SMA Nasima sukses menyelenggarakan kegiatan Uji Publik dan Khataman Al Qur’an Metode Tartiluna yang diikuti oleh 117 peserta didik untuk khataman Al Qur’an berbagai kategori serta 4 peserta didik untuk hafalan kitab. Acara diawali dengan laporan dari Kepala SMA Nasima Sri Utami SPd Gr yang memaparkan data peserta serta perjuangan panjang para siswa hingga mencapai acara puncak ini. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan uji publik, di mana para siswa diuji secara langsung di hadapan orang tua mereka untuk melafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an dengan tartil dan fasih.
Kegiatan bernuansa religius ini dihadiri langsung oleh jajaran organ Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, antara lain Ketua Pembina KH Hanief Ismail Lc, Ketua Pengurus Dr Indarti MPd, dan Ketua Pengawas Drs H Ragil Wiratno MH. Kehadiran para orang tua peserta didik yang mendampingi putra-putri mereka turut menambah kekhusyukan momentum kelulusan ini. Keberhasilan para siswa dalam uji publik ini tidak lepas dari rangkaian proses panjang yang disiplin, mulai dari belajar mengaji bersama guru Mengaji Al Qur’an (MAQ), melalui ujian kelayakan pra-munaqosyah oleh guru MAQ unit, hingga dinyatakan lulus pada ujian resmi munaqosyah yang diselenggarakan oleh Quranic Learning Center (QLC) Sekolah Nasima.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus YPI Nasima Dr Indarti MPd memaparkan secara detail latar belakang tersusunnya serta keunggulan dari Metode Tartiluna yang diterapkan di sekolah. “Metode Tartiluna merupakan karya tim Sekolah Nasima dan sudah memiliki sertifikat hak kekayaaan intelektual. Tartiluna memiliki keunggulan yang komprehensif karena didukung oleh media pembelajaran yang interaktif, metode yang aplikatif, guru-guru yang kompeten, serta sistem manajemen mutu yang berkualitas. Yang paling utama dan menjadi pilar kekuatan metode ini adalah sanad keilmuan Al Qur’an yang jelas dan sahih, di mana silsilah keilmuannya tersambung langsung hingga Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Hal ini memastikan kualitas bacaan anak-anak kita terjaga sesuai dengan kaidah tajwid yang sesungguhnya,” jelas Dr Indarti MPd.

PENUH KESAN DAN HARAPAN: Orang tua peserta didik Nawa Ratna Kartika, Diah Tristiani Ssob (nomor 2 dari kanan) mengungkapkan kesan mendalam dan harapan kepada para peserta didik SMA Nasima untuk terus “membawa” Al Qur’an dalam setiap aktivitas.
Rasa bangga dan syukur yang mendalam juga diungkapkan oleh perwakilan orang tua peserta didik, Diah Tristiani SSos selaku ibunda dari Nawa Ratna Kartika, siswi kelas XI yang ikut dalam prosesi khataman. “Sebagai orang tua, kami merasa sangat terharu dan berterima kasih kepada SMA Nasima yang tidak hanya membekali anak-anak kami dengan ilmu duniawi, tetapi juga menanamkan kecintaan yang mendalam terhadap Al Qur’an. Menyaksikan anak kami berani tampil dalam uji publik dan sekian lama berproses di bawah bimbingan guru-guru MAQ adalah sebuah berkah yang luar biasa. Kami berharap ilmu dan hafalan yang didapatkan ini menjadi berkah serta pedoman hidup bagi masa depan mereka,” ungkap Diah Tristiani SSos.

APRESIASI: Pengawas YPI Nasima, Dr Hj SS Dewanti Handayani MPd, Kepala SMA Nasima, Sri Utami SPd Gr, dan Direktur Asrama-Keagamaan, Ahmad Mundzir MAg AH (nomor 5, 6, 7 dari kiri) bersama peserta terbaik dari setiap kategori mengaji Al Qur’an Metode Tartiluna.
Pada tahun ajaran 2025-2026 ini, akumulasi peserta yang berhasil menyelesaikan tahapan hingga uji publik tercatat sebanyak 117 peserta didik dengan rincian kategori yang beragam. Berdasarkan data resmi yang dirilis sekolah, kategori Tashih yang pada periode ini tercatat 50 peserta didik menjadi kelompok dengan jumlah peserta terbanyak, diikuti kategori Tartil sebanyak 33 peserta didik, kategori Tahsin sebanyak 16 peserta didik, dan kategori Tahfidz Juz 30 sebanyak 9 peserta didik. Selain itu, terdapat kategori Tahfidz Pilihan yang diikuti oleh 6 peserta didik, kategori Tahfidz Lanjutan sebanyak 3 peserta didik, serta hafalan Kitab Kuning sebanyak 4 peserta didik Boarding Nasima. Keberagaman kategori ini menunjukkan kedalaman minat dan jenjang kemampuan mengaji yang terfasilitasi dengan sangat baik di SMA Nasima. (Pram)
