Sekolah Nasima

PETUALANGAN CERIA SAAT ANAK USIA DINI NASIMA MENAKLUKKAN TANTANGAN ALAM

Bagikan

FOTO BERSAMA: Peserta outbond bersama guru pendamping KB-TK Nasima berfoto bersama di akhir sesi.

Suara gelak tawa riang memecah keheningan pagi di Padma Piazza, Graha Padma Semarang. Sebanyak 123 peserta didik Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) Nasima berkumpul dengan mata berbinar, siap memulai petualangan dalam kegiatan Outbound Kids Ceria. Suasana di area terbuka hijau tersebut mendadak semakin semarak dan dipenuhi sorak-sorai riang tatkala air mancur menari mulai dinyalakan, menyemburkan butiran air yang berkilauan di bawah sinar matahari pagi. Di bawah rindangnya pepohonan yang teduh, kawasan tersebut menjelma menjadi laboratorium alam yang sempurna bagi anak-anak untuk mengeksplorasi ketangkasan diri mereka.

TERLATIH: Latihan menguatkan fisik dan mental melalui permainan merangkak di rintangan

Kegiatan luar ruangan ini memang dirancang secara khusus sebagai sarana stimulasi tumbuh kembang anak yang menyeluruh. Kepala KB- TK Nasima, Nur Anisah S.S.,M.Pd menyampaikan bahwa esensi utama dari agenda ini adalah mengembangkan kemampuan fisik motorik, sosial emosional, kerja sama, serta kemandirian peserta didik melalui metode belajar yang menyenangkan di alam terbuka. “Kami ingin anak-anak belajar melampaui batas ruang kelas, melatih sportivitas, dan membangun karakter yang kuat sejak dini melalui setiap permainan edukatif yang mereka lalui hari ini,” ujarnya penuh harap.

AYO BISA: Sorak pesdik Nasima memberi semangat kepada temannya, ayo, ayo, ayo bisa.

Di antara berbagai pos permainan yang tersebar, area susun balok menjadi salah satu pusat keseruan yang memicu adrenalin sekaligus menguji kerja sama tim. Dengan jemari kecil yang cekatan, para siswa saling bahu-membahu menyusun strategi agar menara mereka berdiri kokoh. “Seru ya main susun baloknya tadi! Kelas B2 baloknya sudah tinggi lho, tapi jatuh,” celoteh Rafisqy, salah satu peserta didik, dengan wajah memerah penuh tawa. Ketegangan yang berakhir dengan runtuhnya balok-balok tersebut justru menjadi momen kebersamaan yang sangat dinikmati oleh anak-anak.

BERUSAHA: Memindahkan bola dengan media air bukanlah hal mudah, namun mereka mau berusaha.

PUAS: Pesdik TK A tampak puas melihat hasil susunan balok bersama tim yang berdiri kokoh.

Kesan mendalam dan penuh haru juga dirasakan oleh para pendidik yang mendampingi sepanjang acara. Nahla Mega Pratiwi, selaku guru TK A, mengungkapkan rasa bangganya melihat perkembangan mental anak-anak asuhnya saat menghadapi rintangan fisik dan sebuah labirin permainan. “Awalnya ada beberapa anak yang takut untuk merayap di pos rintangan, namun setelah diberikan motivasi dan mencoba, mereka justru menjadi sangat berani bahkan ingin mengulangnya lagi,” ungkap Nahla. Kegigihan serupa juga terlihat jelas saat anak-anak TK A melintasi labirin; meski harus bertanding dengan kakak-kakak dari TK B, mereka tetap menunjukkan semangat pantang menyerah untuk menyelesaikan misi hingga akhir di bawah naungan pohon yang rindang, membalut hari itu dalam kehangatan kebersamaan yang tak terlupakan. (Nisa)

 


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *