Sekolah Nasima

Edukasi Pencegahan Bullying oleh DP3A Kota Semarang Bekali Siswa SMA Nasima Bangun Empati dan Bijak Bermedia Sosial

Bagikan

ICE BREAKING : untuk menambah tingkat fokus peserta, pemateri mengajak ice breaking bersama.

Dalam agenda Nasima Orientation Week 2026 hari ke 2 yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI SMA Nasima, telah kedatangan tamu dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang. Bentuk kegiatan berupa Edukasi Pencegahan bullying yang disampaikan oleh Setyarini S. Budi, S.E., PAK., (Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda sekaligus Kepala Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A Kota Semarang). Dilaksanakan di Hall Kaimana SMA Nasima, hari Selasa, 14 Juli 2026 pukul 09.15 – 10.15 dalam suasana yang akrab.

Dalam paparannya, Setyarini mengajak peserta memahami perbedaan antara bercanda dan bullying agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada tindakan perundungan. Ia menjelaskan bahwa bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari bullying verbal melalui perkataan yang menyakitkan, bullying fisik seperti body shaming, hingga cyber bullying, ujaran kebencian, dan penyebaran hoaks yang kini semakin marak di kalangan anak-anak dan remaja. Peserta juga diajak memahami konsep kesetaraan gender sebagai konstruksi peran laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat, sehingga tidak menjadi alasan munculnya diskriminasi maupun perilaku bullying.

Selain memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, Setyarini menekankan pentingnya mengembangkan empati agar setiap siswa mampu memahami perasaan dan kondisi orang lain. Ia mengingatkan peserta untuk berhati-hati dalam bercanda, bertutur kata, maupun saat menggerakkan jemari di atas gawai, terutama ketika berinteraksi di media sosial. Menurutnya, jejak digital yang ditinggalkan seseorang dapat berdampak besar bagi korban maupun pelaku, sehingga setiap unggahan, komentar, atau pesan perlu dipikirkan dengan bijak sebelum dibagikan kepada orang lain. Pada kesempatan tersebut, siswa juga diingatkan bahwa bullying dalam bentuk apa pun telah memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, sikap saling menghormati, menjaga etika komunikasi, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat menjadi bekal penting bagi setiap siswa. Melalui edukasi ini, diharapkan siswa SMA Nasima semakin mampu mengembangkan keterampilan bersosialisasi, mempererat rasa saling memahami, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perilaku bullying. (DENI).


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *