KEMERDEKAAN UNTUK SEMUA: Organ YPI Nasima dan pimpinan Sekolah Nasima dengan busana adat Nusantara berfoto bersama Legiun Veteran Republik Indonesia seusai upacara bendera Hari Kemerdekaan di lapangan SMA Nasima Semarang (Senin 17/8/2026).
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, Sekolah Nasima menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif dan kebudayaan secara meriah selama satu bulan penuh yang ditetapkan sebagai Bulan Kemerdekaan. Sejak tanggal 1 Agustus 2026, suasana gelora patriotisme telah menyelimuti seluruh lingkungan sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, mulai dari KB-TK, SD, SMP, hingga SMA. Seluruh koridor dan ruang kelas dihias indah dengan ornamen bertema daerah-daerah Nusantara serta dominasi warna kebanggaan merah putih. Warga sekolah tampak penuh semangat menyambut bulan bersejarah ini.
Semarak peringatan kemerdekaan semakin terasa dengan diadakannya berbagai lomba edukatif untuk guru dan peserta didik pada 13 dan 15 Agustus 2026. Beragam kompetisi dirancang untuk mengasah wawasan kebangsaan, menyanyi lagu nasional, tata upacara bendera, hingga lomba motorik yang menguji kebersamaan, fokus, keseimbangan, serta kecepatan. Gelak tawa dan semangat sportivitas membuncah dalam arena perlombaan seperti lari bendera, bersepeda bendera, voli bola besar, gobak sodor, hingga tradisi memasukkan pensil ke dalam botol. Rangkaian lomba pra-acara ini berhasil mempererat tali silaturahmi dan membangun soliditas antarwarga Sekolah Nasima.
Puncak peringatan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026, bertempat di lapangan SMA Nasima, Jl. Arteri Yos Sudarso 17 Kota Semarang. Sebanyak 1.500 orang memadati lokasi dengan penuh khidmat dan antusiasme. Hadir dalam kesempatan tersebut peserta didik kelas 4, 5, dan 6 SD Nasima; kelas 7, 8, dan 9 SMP Nasima; serta kelas 10, 11, dan 12 SMA Nasima. Jajaran organ YPI Nasima turut hadir lengkap, di antaranya Pendiri YPI Nasima Hj Djumini Setyoadi SH MKn dan Dewi Nasima SKel MSc, Ketua Pembina, KH Hanief Ismail Lc, Ketua Pengurus, Dr Indarti MPd, Ketua Pengawas, Drs H Ragil Wiratno MH, beserta jajaran organ yayasan dan pengurus Forum Silaturahmi Orang Tua Peserta Didik (FSOT). Sementara itu peserta didik Daycare, KB, TK Nasima serta kelas I-III SD Nasima didampingi orang tua mengikuti upacara secara daring melalui siaran langsung di kanal Youtube Sekolah Nasima.

SIARAN LANGSUNG: Upacara dan pentas yang meriah serta megah pada HUT Ke-81 RI disyiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Sekolah Nasima.
Seluruh tamu undangan dan peserta upacara tampil memukau dalam balutan busana adat Nusantara yang beraneka ragam dan eksotik. Suasana terasa kian khidmat dengan kehadiran empat anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Semarang yang hadir khusus untuk menularkan spirit patriotisme kepada generasi muda. Simbolisme tanggal kemerdekaan RI dipresentasikan secara anggun melalui formasi 17 personel pasukan pengibar bendera, 8 petugas upacara, dan 45 anak penyanyi aubade dari SMA Nasima. Kehadiran perwakilan guru dan siswa SMA Karangturi Semarang turut melengkapi indahnya kebersamaan antarsekolah pada hari bersejarah tersebut.
Inovasi untuk pendidikan perkualitas
Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd menyampaikan amanat yang membakar semangat seluruh hadirin. Mengusung tema “Nasima untuk Indonesia: Menjaga Rumah Bersama, Berlayar Menuai Masa Depan Global”, beliau menegaskan komitmen YPI Nasima dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dunia yang berakar kuat pada karakter mulia. Sebagai lembaga pendidikan yang berwawasan Indonesia dan berstandar global, Sekolah Nasima terus bertransformasi memberikan layanan terbaik demi mencetak pembelajar tangguh yang siap memimpin bangsa.
“Sebagai lembaga pendidikan yang berwawasan nusantara dan berstandar global, Sekolah Nasima terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui berbagai program inovatif dengan semangat ‘Menyapa Dunia dengan Kompetensi Unggul, Dilandasi Karakter Mulia’. Pada tahun ajaran ini, selain menyelenggarakan kelas reguler dan internasional, kita melangkah lebih maju dengan tiga program berorientasi global,” ujar Dr Indarti MPd dalam pidato sambutannya.

BERGELORA DAN INSPIRATIF: Pembina upacara sekaligus Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd dengan berbusana suku Dayak Ngaju berupa baju Sangkarut dan topi Saraung membakar semangat hadirin upacara dengan sambutan inspiratif.
Tiga inovasi unggulan berorientasi global yang diluncurkan meliputi pemanfaatan Nasima Learning Tool (NLT) berbasis iPad untuk pembelajaran interaktif dan aman; program Nasima Student Camp ke Singapura guna melatih kemandirian, kepemimpinan, serta wawasan sains; serta program Nasima Student Immersion ke China untuk membuka cakrawala global dan interaksi lintas budaya. Indarti menegaskan bahwa seluruh program tersebut berorientasi penuh pada tumbuh kembang peserta didik, tanpa ada niat sedikit pun dari yayasan untuk mencari keuntungan materiil.
Indarti juga menyampaikan dua metafora mendalam bagi seluruh keluarga besar Sekolah Nasima. Beliau mengibaratkan Sekolah Nasima sebagai “Rumah Besar” yang harus dijaga dengan nilai Saling Asah, Saling Asih, dan Saling Asuh, serta sebagai “Kapal Besar” yang sedang berlayar mengarungi samudra menuju cita-cita mulia dengan berlandaskan nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Sekolah Nasima adalah sebuah kapal besar yang megah. Kapal ini memiliki mesin yang kuat berupa nilai-nilai keislaman rahmatan lil ‘alamin dan keindonesiaan, layar yang kokoh berupa program-program inovatif, serta deretan dayung yang kompak yaitu kebersamaan antara yayasan, guru, orang tua, siswa, dan alumni. Jangan sampai ada satu pun di antara kita yang membocori kapal ini! Jika ada bagian kapal yang kurang sempurna, mari kita perbaiki bersama-sama dengan santun dan bijaksana,” tegas Indarti penuh kehangatan.
Keragaman tanpa bullying
Sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, keberagaman busana adat dari Sabang sampai Merauke yang dikenakan oleh seluruh peserta upacara bukan sekadar formalitas tahunan yang digulirkan sejak tahun 2001. Keberagaman tersebut diposisikan sebagai media pendidikan karakter untuk membangun kesadaran kolektif bahwasanya perbedaan latar belakang suku, tradisi, dan agama adalah kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama.
Melihat warna-warni budaya yang memenuhi lapangan, Indarti secara khusus memberikan pesan tegas kepada seluruh peserta didik agar membentengi lingkungan sekolah dari segala bentuk perundungan. Sekolah Nasima berkomitmen menjadi ruang belajar yang aman, ramah, dan inklusif bagi setiap anak untuk mengeksplorasi potensi dirinya tanpa rasa takut.

GENDERANG PENDAFTARAN: Ketua Pengurus YPI Nasima didampingi beberapa organ yayasan dan para Kepala Sekolah Nasima memukul gong sebagai penanda dibukanya masa pendaftaran peserta didik baru Sekolah Nasima tahun 2027/2028.
“Saya berpesan secara tegas kepada seluruh anak-anakku: jangan pernah biarkan ikatan kebangsaan kita terpecah belah! Jagalah kerukunan di kelas, di koridor sekolah, maupun di media sosial. Say No to Bullying! Tidak boleh ada perundungan, cyberbullying, pengejekan, maupun pengotak-ngotakan dalam bentuk apa pun di Sekolah Nasima. Jadilah pembelajar yang ‘Learner in mind, character in heart, leader in action’,” imbau Dr Indarti di hadapan ribuan peserta upacara.
Parade Tribute to NTT
Seusai upacara bendera, suasana lapangan semakin meriah dengan digelarnya Parade Bhinneka Tunggal Ika Nusantara yang menyajikan kekayaan ragam budaya dari sepuluh kelompok kontingen. Setiap tingkatan kelas dan guru menampilkan kekhasan daerah masing-masing, mulai dari SMA Kelas XII yang mengusung keindahan laut Bunaken Sulawesi Utara, SMA Kelas XI dengan rumah panjang Dayak Kalimantan Utara, hingga SMA Kelas X yang menampilkan keagungan Danau Toba dan tarian Tor-Tor Sumatera Utara.

PARADE BHINNEKA TUNGGAL IKA: Peserta didik setiap kelas melakukan parade tarian tematik yang menggambarkan syukur, kegembiraan, dan semangat bangsa yang beragam namun menyatu nusa, bangsa, serta bahasa Indonesia.
Salah satu sorotan utama dalam parade tersebut adalah penampilan istimewa dari SMP Nasima Kelas VIII yang membawakan tema Nusa Tenggara (NTT dan NTB) sebagai sebuah tribute terhadap sejarah kebangsaan. Kontingen ini menggemakan pesona Taman Nasional Komodo, keindahan Gunung Rinjani, serta merefleksikan Kota Ende di Flores sebagai tempat bersejarah di mana gagasan dasar negara Pancasila pertama kali digali dan dirumuskan oleh Sang Proklamator, Ir Soekarno. “Tak lupa pesan empati dan dorongan semangat disampaikan kepada saudara-saudara sebangsa di NTT yang saat ini sedang dilanda musibah gempa bumi. Semoga semua selalu kuat lahir batin serta segera pulih dan bangkit menjalani kehidupan seperti sedia kala,” kata Ketua Panitia sekaligus Kepala SMP Nasima, Yudina Tri Heryanti MPd.
Parade dilanjutkan dengan penampilan memukau SMP Kelas IX yang membawakan pesona Papua, SMP Kelas VII menyajikan keunikan Kepulauan Rempah Maluku, SD Kelas VI yang memperagakan ketangguhan pelaut Bugis-Makassar dan keunikan Rumah Tongkonan Toraja, SD Kelas V dengan keharmonisan Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan, SD Kelas IV dengan kemegahan kebudayaan bahari Sriwijaya Sumatera Selatan, serta ditutup oleh penampilan guru dan tenaga kependidikan Sekolah Nasima yang memperagakan tarian berfilosofi luhur Jawa-Bali “Memayu Hayuning Bawana” dan “Tri Hita Karana”.
Drama kontekstualisasi makna kemerdekaan
Di penghujung sesi parade budaya, Ketua Pengurus YPI Nasima dengan didampingi organ yayasan serta para kepala unit Sekolah Nasima secara resmi menabuh gong penanda dibukanya pendaftaran awal peserta didik baru atau Priority Admission Sekolah Nasima Tahun Ajaran 2027/2028. Acara kemudian dilanjutkan dengan Pentas Kreasi Generasi Merah Putih yang menghadirkan unjuk bakat dan seni pertunjukan tingkat tinggi dari perwakilan peserta didik SD, SMP, dan SMA Nasima.
Perwakilan peserta didik SD Nasima membuka pentas kreasi dengan menampilkan Tari Ratoh Jaroe asal Aceh. Dengan berbusana khas wanita Aceh nuansa merah putih mereka tampak energik dan lincah. Selanjutnya, panggung pementasan diambil alih oleh SMP Nasima yang menyajikan pertunjukan drama kolosal bilingual. Drama kontekstual ini mengisahkan perjalanan panjang perjuangan fisik para pahlawan merebut kemerdekaan yang dikontekstualisasikan dengan kehidupan generasi muda saat ini, di mana persatuan dan kerja keras tetap dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Peserta didik SMA Nasima menyempurnakannya dengan penampilan solo vokal bertema nasionalisme.

PESAN PAHLAWAN: Salah satu adegan drama kolosal, Pahlawan Nasional, “Jenderal Soedirman” yang diperankan oleh peserta didik hadir di tengah-tengah generasi penerus untuk memberi pesan-pesan penting demi terwujudnya Indonesia Raya.
Tepat pukul 10.10 WIB, acara Detik-detik Proklamasi, Semua hadirin berdiri terpaku di posisi masing-masing. Ada yang di lapangan, ada yang di area kehormatan. Sirine membahana diselingi efek audio pertempuran dan rekaman suara Bung Karno membacakan teks Proklamasi. Selama 90 detik warga Sekolah Nasima larut dalam suasana yang menggetarkan jiwa patriotik tersebut. Banyak hadirin meneteskan air mata haru seolah berada di momen 17 Agustus 1945.
Pemenang lomba
Kemeriahan berlanjut seusai seluruh rangkaian pentas seni dan pertunjukan rampung ditampilkan. Sorak-sorai serta tepuk tangan riuh membahana di area lapangan saat pembawa acara membacakan pengumuman juara dari berbagai tangkai perlombaan yang telah digelar sebelumnya. Juara yang diumumkan di sini hanyalah dua lomba besar yaitu Tata Kelas Tematik Nusantara dan Parade Bhinneka Tunggal Ika Nusantara. Sedangkan untuk lomba-lomba internal unit diumumkan dalam acara unit.

SEMANGAT JUARA: Anggota Pendiri dan Pembina YPI Nasima, Dewi Nasima SKel MSc didampingi Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd (tengah, nomor 12 dan 13 dari kiri) bersama para ketua kelas atau wali kelas yang menjadi juara tata kelas tematik,
Pada jenjang KB-TK Nasima, kategori Tata Kelas Tematik Nusantara berhasil disabet oleh kelas TK B2 Prabumulih sebagai juara I, disusul TK A1 Tarakan di posisi II, dan KB 2 Surabaya sebagai juara III. Sementara itu, di jenjang SD Nasima, persaingan ketat terjadi di berbagai kategori. Untuk tata kelas kelompok kelas 1–3, juara I diraih oleh kelas I D Pati, juara II kelas II B Malang, dan Juara III kelas III D Palangkaraya. Pada kelompok kelas 4–6, juara I diraih oleh kelas VI B Kendari, juara II kelas VI C Makassar, dan juara III kelas V E Jayapura. Adapun kategori ruangan non-kelas SD berhasil dimenangkan oleh Ruang BK Mataram. Sedangkan predikat penampil terbaik Parade Bhinneka Tunggal Ika Nusantara jenjang SD disabet oleh paralel Kelas IV yang membawakan tarian Pesona Maluku.
Di tingkat sekolah menengah, kreativitas peserta didik juga tampil begitu memukau dalam mengusung keberagaman budaya Nusantara. Pada jenjang SMP Nasima, gelar juara I Tata Kelas Tematik Nusantara diraih oleh Kelas VIII A Bukit Tinggi, disusul Kelas IX C Biak sebagai Juara II, dan Kelas VII B Madiun di peringkat Juara III. Kategori ruang non-kelas SMP Nasima dimenangkan oleh Ruang BK Purwokerto. Sedangkan gelar penampil terbaik Parade Bhinneka Tunggal Ika Nusantara berhasil diraih oleh Kelas IX yang menarikan keunikan Sulawesi Bagian Utara.
Pada jenjang SMA Nasima, kelas XII 3 Bandar Sri Bentan menjadi juara I tata kelas, diikuti kelas XII 2 Bagan Siapi-api sebagai dan kelas XI 2 Buntok sebagai juara II serta III. Kategori ruang non-kelas SMA diraih ruang BK Lhokseumawe. Sementara itu predikat penampil terbaik Parade Bhinneka Tunggal Ika sukses diraih kelas XI yang berkolaborasi dengan delegasi SMA Karangturi. Mereka menarikan pesona Sumatera Bagian Selatan.
Flashmob kebersamaan
Sebagai penutup rangkaian perayaan yang penuh gairah nasionalisme, seluruh peserta upacara menyatu dalam aksi flashmob dan menari bersama. Alunan musik yang membakar semangat menggema ke seluruh penjuru lapangan, mengajak siapa saja untuk bergerak mengikuti irama. Tidak ada batasan usia maupun jabatan dalam momen puncak Hari Kemerdekaan ini.

FLASHMOB: Hadirin upacara, baik organ yayasan, orang tua, undangan, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik menari dan menyanyi bersama di ujung acara peringatan Hari Kemerdekaan yang semarak.
Para pendiri, pembina, pengurus, pengawas, badan eksekutif, hingga kepala sekolah, melangkah ke tengah lapangan dan bergabung bersama seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Semua larut dalam tarian rancak yang penuh energi, menyimbolkan keharmonisan, kebahagiaan, dan persatuan yang kokoh. Gelak tawa, kibaran bendera kecil di tangan, serta ketukan langkah yang serasi menjadi bukti nyata betapa semangat kemerdekaan melekat erat di dalam jiwa seluruh keluarga besar Sekolah Nasima.
(naskah: Pram, foto: Aprista, Nur, Elok)
