ZIARAH MAHAGURU ULAMA: Para pendidik Sekolah Nasima dipandu Kyai Muhammad Amin MPd AH (berpeci putih) melafal kalimat-kalimat thayibah di makam Mahaguru Ulama Nusantara, KH Sholeh Darat (Jumat malam 21/8/2026).
Sebanyak 28 pendidik Sekolah Nasima menggelar ziarah ke makam Mahaguru Ulama Nusantara, KH Sholeh Darat, di Kompleks Pemakaman Bergota Semarang pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran direksi Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, di antaranya Direktur Humas Publikasi dan Promosi Muhson SPd MM serta Direktur Litbang Supramono MPd. Rangkaian ziarah berlangsung khusyuk di bawah bimbingan Tim Keagamaan YPI Nasima yang dipimpin oleh Kyai Muhammad Amin MPd AH dan Ustadz Musiyono SPd.
Kegiatan spiritual ini merupakan bagian dari tradisi keagamaan rutin Sekolah Nasima yang dinamakan Ziarah, Khataman, dan Simakan Al-Qur’an Setu Legen. Agenda pembinaan mental spiritual bagi pendidik dan tenaga kependidikan ini diselenggarakan secara berkala setiap Jumat malam atau menjelang hari Sabtu pasaran Legi, yakni selapan sekali (35 hari) dalam penanggalan Jawa.
Sosok KH Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani atau yang lebih dikenal sebagai KH Sholeh Darat (1820–1903 M) merupakan tokoh ulama besar asal Semarang yang menjadi simpul intelektual dan spiritual Islam di Nusantara. Beliau memelopori penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa Pegon agar ajaran Islam dapat dipahami secara luas oleh masyarakat awam. Selain itu, KH Sholeh Darat dikenal sebagai mahaguru yang melahirkan ulama-ulama besar serta tokoh pergerakan nasional, seperti KH Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), hingga RA Kartini.
Melalui perjalanan sejarahnya, KH Sholeh Darat tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu syariat dan tasawuf, tetapi juga menanamkan semangat patriotisme serta keberanian dalam melawan penjajahan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Karya-karya kitab beliau yang legendaris, seperti Tafsīr Faiḍ al-Raḥmān dan Majmū’at al-Syarī’ah, menjadi warisan literasi Islam Nusantara yang terus dipelajari hingga saat ini. Keteladanan inilah yang terus dihidupkan oleh keluarga besar YPI Nasima melalui ziarah dan penelusuran jejak perjuangan para ulama pendahulu.

MENELADANI AULIYA: Ziarah Setu Legen tidak sekadar melafal kalimat thayibah dan doa, namun juga mempelajari sejarah dan meneladani kealiman serta akhlak dan perjuangan para auliya atau kekasih Allah.
Direktur Humas Publikasi dan Promosi YPI Nasima Muhson SPd MM menegaskan bahwa ziarah ke makam KH Sholeh Darat bukan sekadar rutinitas seremoni spiritual, melainkan bentuk penguatan akar karakter dan sejarah bagi para pendidik. “Melalui kegiatan Ziarah Setu Legen ini, kami ingin senantiasa menyerap kearifan dan keteladanan perjuangan KH Sholeh Darat. Sebagai ulama besar Semarang yang menggembleng para pahlawan dan pemikir bangsa, spirit keilmuan, kepemimpinan, serta karakter nasionalis agamais beliau harus terus diinternalisasikan ke dalam jiwa para pendidik Sekolah Nasima demi mencetak generasi penerus yang unggul dan berakhlak mulia,” tutur Muhson SPd MM. (naskah: Pram, foto: TY)
