Sekolah Nasima

Sholat Ghaib di Masjid Baitul Masykur, SMA Nasima Wujud Pembiasaan Karakter Empati terhadap Korban Bencana

Bagikan

SHOLAT GHOIB : Para siswa, guru dan Tendik SMA Nasima melaksanakan Sholat Ghoib sebagai wujud empati kepada para korban bencana

SMA Nasima melaksanakan sholat ghaib berjamaah sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap para korban berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Masykur pada Senin, 14 September 2026, seusai sholat Dzuhur, dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta karyawan SMA Nasima.

Sholat ghaib dilaksanakan untuk mendoakan para korban bencana, mulai dari gempa tektonik di Nusa Tenggara Timur dan Sumatera, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, hingga erupsi lima gunung api yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Doa juga dipanjatkan bagi para korban kecelakaan Kapal Motor Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. Berbagai peristiwa tersebut telah menimbulkan kerusakan dan menyebabkan banyak korban kehilangan nyawa dan menjadi keprihatinan bagi kita semua.

Sebelum pelaksanaan sholat ghaib, Ustaz Aditya Tresna Wijayanto, M.Pd. menyampaikan arahan mengenai makna dan tata cara sholat ghaib. Ia menjelaskan bahwa ibadah tersebut merupakan salah satu bentuk penghormatan sekaligus doa umat Islam bagi saudara-saudara yang meninggal dunia, khususnya ketika jenazah berada di tempat lain dan tidak dapat disholatkan secara langsung.

Kepedulian warga SMA Nasima juga diwujudkan melalui penggalangan dana bersama seluruh unit Sekolah Nasima, mulai dari PUD, SD, SMP, hingga SMA. Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Melalui ibadah, doa, dan sedekah sesuai kemampuan, seluruh warga sekolah diajak memahami bahwa empati perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, meskipun dimulai dari hal-hal sederhana.

Kepala SMA Nasima, Sri Utami, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa pembiasaan karakter empati sangat diperlukan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. “Berbagai bencana yang terjadi menjadi pengingat bagi kita untuk selalu peduli dan membantu saudara-saudara yang sedang mengalami musibah. Kepedulian dapat diwujudkan melalui hal-hal kecil, seperti beribadah, mendoakan para korban, dan bersedekah sesuai kemampuan. Kami berharap pembiasaan ini dapat membentuk siswa SMA Nasima menjadi pribadi yang peka, peduli, dan siap membantu sesama,” tuturnya.(DENI)


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *