MENDOAKAN DAN MENELADANI: Para pendidik Sekolah Merah Putih melafal kalimat-kalimat thayyibah, berdoa, serta merefleksi jasa dan keteladanan R Ibrahim di makam aulia tersebut di puncak Bukit Girikusumo (Jumat malam 25/9/2026)
Suasana hening dan khidmat menyelimuti kawasan Bukit Girikusumo, Mranggen, Demak pada Jumat malam 25/9/2026. Puluhan pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Nasima Semarang tampak khusyuk melangkahkan kaki menaiki perbukitan untuk melakukan kegiatan ziarah. Berbekal penerangan seadanya dan niat yang tulus, rombongan menyusuri jalan setapak menuju puncak demi meneladani perjuangan para ulama pendahulu. Kegiatan spiritual ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi Setu Legen Sekolah Nasima yang digelar secara berkala setiap 35 hari sekali.
Rangkaian tradisi Setu Legen tersebut diawali dengan ziarah ke makam para aulia pada Jumat malam, kemudian dilanjutkan dengan khataman dan simakan Al-Qur’an pada Sabtu pagi. Kegiatan khataman dan simakan Al-Qur’an dilaksanakan secara serentak di beberapa lokasi, yaitu Masjid Baitul Masykur Nasima, area belajar Boarding Nasima, serta Aula Kaimana SMA Nasima. Seluruh rangkaian kegiatan ini diikuti oleh seluruh organ yayasan, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Nasima sebagai wadah penguatan spiritualitas dan kebersamaan.
Khusus untuk agenda ziarah malam di Bukit Girikusumo, kegiatan tersebut diikuti oleh 26 orang peserta. Tampak hadir Wakil Ketua Pengurus YPI Nasima, Ilyas Johari SPd MM beserta beberapa direktur, antara lain Direktur Asrama dan Keagamaan, Ahmad Mundzir SPd MAg AH, Direktur Litbang, Supramono MPd, dan Direktur Sarana Prasarana, H Ahmad Jauhari MPd. Sesampainya di puncak bukit, rombongan menggelar doa bersama, pembacaan tahlil, serta usholli di area makam dengan penuh kekhusyukan untuk mengharapkan keberkahan dalam mengemban amanah pendidikan.
Makam yang diziarahi tersebut merupakan peristirahatan terakhir Raden Ibrahim, sosok ulama besar yang memiliki garis keturunan istimewa. Raden Ibrahim adalah putra dari Sunan Tembayat atau Sunan Pandanaran I. Beliau juga merupakan kakek dari KH Abdul Hadi, yang tidak lain adalah kakek dari Pembina YPI Nasima, KH Munif Muhammad Zuhri. Jalur silsilah ini menjadi penanda kuat keterikatan nilai-nilai perjuangan dakwah Islam peninggalan para wali dengan ikhtiar pendidikan yang dijalankan oleh keluarga besar YPI Nasima hingga saat ini.

INSPIRASI DAN SEMANGAT DARI AULIA: Setelah selesai berziarah para pendidik Sekolah Nasima berbagi inspirasi dan keteladanan yang bersumber dari kisah R Ibrahim bin Sunan Tembayat.
Wakil Ketua Pengurus YPI Nasima, Ilyas Johari SPd MM menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana untuk memperkuat keimanan dan menyambung sanad perjuangan para pendahulu. Menurutnya, meneladani kegigihan Raden Ibrahim dan para sepuh Girikusumo sangat penting bagi para pendidik agar senantiasa memiliki rasa ikhlas, dedikasi tinggi, serta keberkahan dalam mendidik generasi muda di Sekolah Nasima. (Naskah: Pram, foto: Rozaq)
