SOSIALISASI HASIL TES : Sosilisasi hasil tes observasi psikologi siswa
TK A oleh tim Klinik Psikologi PSY 4 YU.
Pada Sabtu, 5 September 2026, KB-TK Nasima menggelar kegiatan Parent Meeting dengan menghadirkan pakar psikologi, Dr. Th. Setyorini, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Klinik Psikologi PSY 4 YU. Sekitar 40 orang tua murid TK A mengikuti acara tersebut dengan interaktif . Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para orang tua untuk memahami gambaran potensi, minat, serta pemetaan perkembangan putra-putri mereka pada awal tahun ajaran.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian sambutan oleh Kepala KB-TK Nasima, Nur Anisah, S.Pd., S.Psi., yang menekankan pentingnya kolaborasi erat antara sekolah dan rumah dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Memasuki acara inti, Bu Dewi sapaan akrab Dr. Th. Setyorini memaparkan hasil tes psikologi sekaligus menjelaskan aspek-aspek perkembangan emosional, kognitif, dan sosial anak usia dini. Pemaparan tersebut ditujukan agar orang tua memiliki tolok ukur yang tepat dalam mendampingi proses belajar anak tanpa memaksakan kehendak.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pondasi sosial yang baik, kemampuan konsentrasi, daya ingat, serta pemahaman konsep dasar yang mature, meski masih memerlukan pendampingan pada aspek motorik halus, literasi dasar, serta daya tahan (endurance) saat beraktivitas. Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak mencakup aspek sikap spiritual, sosial, maupun kognitif, diperlukan sinergi dan kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kreatif, komunikatif, serta mendukung kemandirian anak. Hal ini sejalan dengan prinsip utama pendidikan anak, yaitu bukan sekadar mengarahkan, melainkan menyiapkan lingkungan yang kondusif agar anak kelak mampu mengarahkan dirinya sendiri secara mandiri.
Acara semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi interaktif. Orang tua dari Kenes TK A1 menanyakan pengasuhan pada anak yang kerap emosional dan rewel setiap pagi saat berpisah di sekolah. Untuk memotong pola tersebut, Bu Dewi menjelaskan pentingnya konsistensi, penyampaian gestur yang menenangkan tanpa keraguan, serta pembiasaan rutinitas perpisahan yang singkat namun berkesan guna melatih kemandirian anak secara bertahap.
Sementara itu, orang tua Sakha TK A2 menanyakan mengenai pemberian les atau kegiatan tambahan yang tepat untuk anak usia 4 tahun mengingat si anak mulai mengekspresikan keinginan untuk mengikuti les seperti teman-temannya. Menanggapi pertanyaan tersebut, Bu Dewi menyarankan agar pemberian les pada anak usia dini senantiasa disesuaikan dengan kesiapan fisik dan minat alamiah anak, bukan sekadar ikut-ikutan. Untuk anak usia empat tahun, aktivitas stimulasi berbasis permainan, gerak motorik, seni, atau renang jauh lebih dianjurkan dibandingkan stimulasi akademis yang kaku.
Antusiasme peserta berlanjut pada sesi konsultasi mendalam yang dimanfaatkan oleh orang tua murid. Orang tua dari Apurva TK A1 menyampaikan bahwa melalui Parent Meeting ini, membawa wawasan baru dan strategi pengasuhan yang lebih positif serta adaptif dalam mendampingi buah hati. Mengharapkan adanya jadwal konsultasi lanjutan untuk memfasilitasi orang tua mencari solusi atas permasalahan pengasuhan anak.

SESI TANYA JAWAB : Orang tua murid mengajukan pertanyaan mengenai pengasuhan anak yang cenderung emosional.

SESI KONSULTASI : Bu Dewi memberikan konsultasi secara mendalam atas permasalahan pengasuhan yang dialami orang tua.
