APRESIASI GTK TRANSFORMATIF TERBAIK: Nahla Mega Pratiwi S Pd
dan Anik Suciyanti S Psi M Si sebagai guru terbaik GTK Tranformatif se-Kota Semarang
Dedikasi dan inovasi para pendidik menjadi fondasi penting bagi kemajuan pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Semarang memberikan ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk menunjukkan praktik baik, inovasi pembelajaran, serta pengabdian nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui Apresiasi GTK Kota Semarang 2026 dengan menghadirkan dua kategori utama, yakni GTK Transformatif dan GTK Dedikatif. Seleksi lomba yang diadakan 18-22 September ini diikuti oleh ratusan guru dari berbagai jenjang di Kota Semarang.
Pendidik dari KB-TK Nasima meraih penghargaan guru terbaik kategori GTK Transformatif. Terbaik I jenjang PAUD diraih oleh Nahla Mega Pratiwi S Pd dengan praktik baik JELITA LUMPIA: Serunya Belajar Literasi dan Numerasi Lewat Lumpia Semarang di KB Nasima. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, anak-anak diajak mengenal lumpia bukan hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang dapat dieksplorasi melalui berbagai aktivitas nyata. Petualangan belajar dimulai dengan membaca buku Aku Suka Lumpia Semarang. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak membangun minat baca sekaligus mengenal kuliner khas daerahnya.
Rasa ingin tahu difasilitasi melalui pengalaman belajar konkret dengan melatih panca indra. Peserta didik mengamati bahan-bahan lumpia, menyentuh, mencium aroma, dan mengeksplorasi karakteristiknya. Keseruan berlanjut ketika anak-anak berlatih menggulung lumpia menggunakan kertas. Aktivitas ini bukan sekadar permainan, melainkan latihan untuk mengembangkan motorik halus, koordinasi mata dan tangan. Pengalaman belajar semakin hidup melalui permainan peran jual beli lumpia. Aspek literasi dan numerasi juga terintegrasi dalam rangkaian eksplorasi. Melalui media bermain interaktif menggunakan IFP (Interactive Flat Panel) anak-anak memasangkan gambar bahan-bahan lumpia, memasangkan gambar dengan angka sehingga membantu mengembangkan kemampuan mengenali objek dan berhitung awal.
Sedangkan Apresiasi GTK Tranformatif jenjang pendidik TK Terbaik III diraih oleh Anik Suciyanti, S Psi M Si melalui inovasi pembelajaran bertajuk KAPAL AKU (Kreatif, Autentik, Peduli Alam, dan Literasi Kemaritiman). Inovasi yang dikembangkan pada siswa TK kelompok A ini berangkat dari refleksi terhadap pembelajaran di kelas, dimana hampir 50% peserta didik cenderung belum terampil dalam bertutur. Kondisi tersebut mendorong guru menghadirkan pengalaman bermain yang lebih bermakna agar anak memiliki banyak hal untuk diamati, dialami, dan diceritakan kembali.
Petualangan KAPAL AKU dimulai dengan menggali pengalaman kunjungan bersama orang tua ke Polisi Air di Kota Semarang. Untuk memperkaya pemahaman, guru menghadirkan video dan buku bertema kemaritiman berbasis AI untuk mengembangkan gagasan bermain. Dari pengalaman tersebut, lahirlah beragam kegiatan kreatif dan imajinatif. Anak-anak bereksperimen mempelajari cara kerja kapal menggunakan kotak susu dan pelepah pisang, membuat miniatur kapal Indonesia dari kardus bekas, serta melukis kapal sesuai kreativitas masing-masing. Mereka juga diajak bermain peran menggunakan wayang karakter anak Nusantara melalui skenario Kampung Nelayan dan perjalanan kapal mengelilingi Indonesia. Dalam permainan “Aku Detektif Laut Cilik”, anak-anak mengeksplorasi berbagai benda yang berkaitan dengan lingkungan laut. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya memberi ruang bagi anak untuk berkreasi, tetapi juga mengenalkan dunia kemaritiman, menumbuhkan kepedulian terhadap alam, dan memperkaya wawasan tentang Indonesia.
Keistimewaan KAPAL AKU terletak pada upaya menjadikan pengalaman bermain sebagai bahan bagi anak untuk bertutur. Setelah menjalani berbagai kegiatan, anak-anak diajak merefleksikan pengalaman dengan menceritakannya kembali melalui media atau karya yang mereka pilih sesuai minat. Guru melakukan asesmen kemampuan bertutur berdasarkan perkembangan anak selama proses pembelajaran. Bahkan, cerita anak direkam dan disampaikan kepada orang tua dalam bentuk kode QR sehingga perkembangan mereka dapat diketahui dan diapresiasi bersama. Pendekatan ini memberi kesempatan kepada anak untuk menyampaikan gagasan berdasarkan pengalaman nyata, bukan sekadar menjawab pertanyaan guru.
Inovasi yang dihadirkan para pendidik ini menegaskan bahwa pembelajaran akan lebih bermakna ketika anak diberi ruang untuk mengalami secara langsung, mengeksplorasi lingkungan, serta menciptakan karya berdasarkan gagasan dan kreativitasnya sendiri. Oleh karena itu, guru hendaknya senantiasa mengembangkan kompetensi diri, berani berinovasi, dan terus menghadirkan perubahan nyata yang berdampak positif bagi perkembangan dan masa depan peserta didik.

MAIN PERAN: Anak-anak bermain peran sebagai penjual dan pembeli lumpia

DETEKTIF LAUT CILIK: Anak-anak antusias mengeksplorasi benda-benda di sekitar pantai. Mereka mengamati, memilah dan bercerita tentang objek yang ditemukan.
