Sekolah Nasima

Uji Publik Al Qur’an Metode Tartiluna di SD Nasima Memukau Hadirin

Bagikan

DIUJI GURUNYA GURU: Peserta didik kelas VI SD Nasima, Daneena Aqeela Hasan (tengah) didampingi ibundanya berkesempatan diuji oleh guru sanad atau gurunya guru Al Qur’an Sekolah Nasima, KH Shofi Al Mubarok Baidlowi (paling kiri) pada Uji Publik dan Khataman Al Qur’an Metode Tartiluna SD Nasima pada Jumat 22/5/2026.

Sekolah Dasar (SD) Nasima sukses menggelar kegiatan Uji Publik dan Khataman Al Qur’an Metode Tartiluna pada Jumat (22/5/2026). Bertempat di Aula Kaimana SMA Nasima, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, acara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh 190 peserta didik SD Nasima. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat para peserta didik dikirab menaiki panggung di bawah bendera Sang Merah Putih dan panji YPI Nasima. Di atas panggung mereka menunjukkan kefasihan membaca serta menghafal ayat-ayat suci Al Qur’an di hadapan para penguji dan hadirin. Lebih dari 600 orang hadirin memenuhi aula.

Agenda sakral ini turut dihadiri oleh jajaran organ Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, di antaranya Ketua Pembina KH Hanief Ismail Lc, Anggota Pendiri sekaligus Pembina Dewi Nasima SKel MSc, Ketua Pengurus Dr Indarti MPd, serta Ketua Pengawas Drs H Ragil Wiratno MH. Kehadiran Pengasuh Ponpes Raudhatul Thalibin Brabo Grobogan, KH Shofi Al Mubarak Baedlowi, yang juga merupakan salah satu guru dari para guru Al Qur’an di Sekolah Nasima, semakin menambah keistimewaan acara tersebut.

 

NASIONALIS AGAMAIS: Peserta didik SD Nasima berjalan mantap menuju panggung uji publik setelah melintasi bendera Merah Putih dan panji Sekolah Nasima sebagai simbol mereka menjasi insan Indonesia ahli Al Qur’an yang berkarakter nasionalis agamais.

Secara rinci, sebanyak 190 peserta yang mengikuti uji publik ini terbagi ke dalam beberapa kategori kompetensi yang berjenjang. Kategori tartil diikuti oleh 125 peserta, disusul kategori tahfidz juz 30 sebanyak 46 anak, tahfidz juz 29 sebanyak 9 anak, dan kategori tahfidz surah pilihan sebanyak 10 anak. Jika ditinjau berdasarkan jenjang kelas, peserta dari kelas 3 berjumlah 24 anak yang seluruhnya mengambil kategori tartil. Selanjutnya, kelas 4 meluluskan 39 anak (30 tartil dan 9 tahfidz juz 30), kelas 5 meluluskan 46 anak (25 tartil, 12 tahfidz juz 30, dan 9 tahfidz juz 29), serta kelas 6 mendominasi dengan mengirimkan 81 anak (46 tartil, 25 tahfidz juz 30, dan 10 tahfidz surah pilihan). Kemampuan para siswa ini merata di setiap tingkatan, membuktikan efektivitas pembelajaran Al Qur’an yang terstruktur sejak dini di SD Nasima.

Performa luar biasa para peserta didik tercermin nyata dari perolehan nilai rata-rata yang sangat memuaskan di semua kategori pengujian. Kategori tartil mencatatkan nilai rata-rata 9,16, sementara capaian luar biasa diraih pada kategori tahfidz juz 30 dengan rata-rata 9,59, tahfidz juz 29 dengan rata-rata 9,82, serta tahfidz surah pilihan dengan rata-rata 9,39. Tidak hanya itu, kekaguman hadirin semakin memuncak saat diumumkan bahwa terdapat sejumlah siswa yang berhasil meraih nilai sempurna. Sebanyak 5 anak dari kategori tahfidz juz 30 berhasil meraih nilai sempurna, diikuti oleh 4 anak dari kategori tahfidz juz 29, dan 3 anak dari kategori tahfidz surah pilihan. Prestasi gemilang ini menjadi bukti autentik dari kualitas penerapan Metode Tartiluna yang mampu mencetak generasi penghafal Al Qur’an yang fasih dan mutqin.

MEGAH DAN KHIDMAT: Ayat-ayat Al Qur’an yang dilantunkan 190 peserta didik SD Nasima dengan nada Tartiluna menenangkan hati hadirin serta menciptakan suasana acara yang khidmat.

Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian gemilang para siswa. “Uji publik ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk akuntabilitas lembaga kepada orang tua dan masyarakat bahwa SD Nasima berkomitmen penuh melahirkan generasi berkarakter akhlakul karimah yang mencintai Al Qur’an. Hasil nilai yang nyaris sempurna ini menjadi bukti nyata kesungguhan anak-anak kita dalam belajar,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Pengasuh Ponpes Raudhatul Thalibin Brabo Grobogan, KH Shofi Al Mubarak Baedlowi, menambahkan bahwa implementasi Metode Tartiluna di Sekolah Nasima telah berjalan dengan sangat fasih dan sesuai dengan kaidah tajwid yang ketat. “Saya sangat bangga melihat anak-anak usia dasar sudah memiliki kualitas bacaan dan hafalan selevel santri pesantren. Para guru Al Qur’an di Nasima telah berhasil mentransfer ilmu dengan sangat baik, sehingga melahirkan generasi yang insyaallah berkah dan diridai Allah SWT,” tutur KH Shofi.

APRESIASI SEBAGAI MOTIVASI: Pengawas YPI Nasima, Dr Hj SS Dewanti Handayani MPd (paling kiri) dan Kepala SD Nasima, Lulu Arifatun Munasyiroh SPd (paling kanan) bersama peserta didik terbaik di bidang masing-masing serta orang tua mereka.

Ungkapan rasa haru dan bangga yang mendalam juga datang dari perwakilan orang tua murid, Much Thoha Masrukh Abdillah, ayahanda dari Muhammad Fadhel Narendra Faeyza, siswa kelas 3 yang mengikuti kategori tartil. “Sebagai orang tua, saya merasa sangat beruntung dan berterima kasih kepada SD Nasima. Menyaksikan putra kami tampil berani dan fasih dalam uji publik tartil hari ini adalah momen yang sangat mengharukan; investasi pendidikan agama yang diberikan sekolah benar-benar nyata hasilnya,” ungkap Much Thoha dengan mata berkaca-kaca. Acara ditutup dengan prosesi khataman dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH Shofi Al Mubarak Baedlowi, menyisakan kesan mendalam bagi seluruh hadirin yang menyaksikan langsung momentum spiritual tersebut. (Pram)


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *