FOTO BERSAMA : Pembina Upacara didampingi Kepala SMA Nasima foto bersama dengan Petugas dan peserta upacara
SMA Nasima memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2026, melalui upacara bendera yang berlangsung pukul 07.00–08.30 WIB. Kegiatan yang diikuti seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan SMA Nasima tersebut mengangkat tema “Generasi Muda SMA Nasima Tanpa Narkoba”. Peringatan ini menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sekaligus membangun kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga diri dari berbagai ancaman yang dapat menghambat masa depan generasi muda. Upacara berlangsung khidmat dengan Sri Nurliyani, S.E., Kepala Tim Pencegahan BNNP Jawa Tengah, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Sri Nurliyani menyampaikan bahwa generasi muda merupakan bagian penting dari keberlanjutan kepemimpinan bangsa Indonesia. Para pelajar perlu mengembangkan berbagai karakter positif sebagai bekal untuk menerima estafet kepemimpinan negara pada masa mendatang. Karakter tersebut diharapkan dapat membentuk generasi yang mampu memimpin dengan penuh kebijakan, tanggung jawab, dan kepedulian sehingga turut membawa bangsa Indonesia menuju masa keemasannya. Persiapan tersebut perlu dilakukan sejak masa sekolah melalui pembiasaan perilaku positif dan kemampuan memilih lingkungan pergaulan yang sehat.
Sri Nurliyani, menegaskan bahwa salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda adalah menjauhkan diri dari narkoba. Menurutnya, ancaman narkoba tidak dapat dianggap sepele karena penyalahgunaannya dapat berdampak buruk terhadap kondisi fisik maupun mental seseorang. “Generasi muda harus mempersiapkan diri sejak sekolah dengan menghindari narkoba. Ancaman narkoba tidak main-main karena dapat merusak mental maupun fisik pemakainya,” tegasnya. Ia mengajak seluruh peserta didik SMA Nasima untuk berani menjaga diri, menolak narkoba, dan tidak membiarkan masa depan mereka terancam oleh penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.
Lebih lanjut, Sri Nurliyani mengimbau peserta didik untuk mulai menjauhi rokok sebagai bagian dari upaya mencegah perilaku yang berisiko bagi remaja. Karena kebiasaan merokok adalah awal dari mudah masuknya narkoba dalam tubuh remaja, apalagi sekarang sedang trend pemakaian vape yang sedang digandrungi oleh para remaja karena terlihat keren. Padahal berdasarkan penelitian BNN, beberapa jenis vape terdapat indikasi zat berbahaya sejenis narkoba. Ia mendorong siswa untuk membangun kebiasaan hidup sehat, memilih pergaulan yang positif, serta memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba. Menurutnya, generasi muda yang sehat dan berkarakter akan lebih siap mengembangkan potensi diri serta mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Pesan tersebut sekaligus memperkuat komitmen SMA Nasima dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh warga SMA Nasima bahwa menjaga masa depan bangsa dapat dimulai dari menjaga diri sendiri. Melalui tema “Generasi Muda SMA Nasima Tanpa Narkoba”, peserta didik diajak untuk memperkuat karakter positif, menjauhi rokok dan narkoba, serta berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Semangat tersebut kemudian ditegaskan melalui ajakan bersama untuk menyatakan perang terhadap narkoba. Dengan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, SMA Nasima terus mendorong lahirnya generasi penerus yang siap menyongsong masa depan Indonesia. (DENI).
