TERTARIK TARTILUNA: Koordinator Bidang Manajemen Mutu Qur’an Learning Center (QLC) YPI Nasima, M Zaenal Qowim SPd (berdiri) sedang mempresentasikan perihal Metode Tartiluna dihadapan tetamu dari 4 lembaga pendidikan Al Qur’an. (Selasa 6/10/2026).
Sebanyak 12 orang guru Al Qur’an dari empat lembaga pendidikan melakukan kunjungan studi ke Sekolah Nasima Semarang pada Selasa (6/10/2026). Rombongan peninjau yang terdiri dari utusan SD NU Master Sokaraja Banyumas, TPA Raudhatul Qur’an Kauman Semarang, MI Nashrul Fajar Tembalang Semarang, dan Pondok Pesantren Wathonul Qur’an Sayung Demak tersebut disambut hangat di SD Nasima, Jalan Puspanjolo Selatan 53 Semarang. Acara penyambutan dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Dr Indarti MPd, didampingi Direktur Eksekutif Hj Mila Christanty SPd MM, Direktur Asrama dan Keagamaan sekaligus Pembina Tim Qur’an Learning Center (QLC) Sekolah Nasima Ahmad Mundzir SPd MAg AH, serta Direktur Pendidikan Sri Budiani MPd.
Rangkaian kegiatan studi banding ini diisi dengan penyampaian sambutan, paparan materi mengenai Metode Tartiluna beserta sistem manajemennya, serta observasi langsung ke kelas-kelas mengaji di SD Nasima. Para peserta mengamati secara detail penerapan metode pembelajaran Al Qur’an khas Nasima tersebut saat berinteraksi langsung dengan para peserta didik di dalam kelas. Keempat lembaga pendidikan penyelia menyatakan ketertarikan tinggi untuk menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Nasima agar dapat mengimplementasikan Metode Tartiluna di lembaga masing-masing.
Metode Tartiluna merupakan metode belajar Al Qur’an yang disusun secara mandiri oleh tim QLC Sekolah Nasima di bawah bimbingan Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc, serta telah ditashih oleh para ahli Al Qur’an di bidang keilmuan, tajwid, maupun nagham. Metode ini dirumuskan setelah Sekolah Nasima mengevaluasi penerapan empat metode dari lembaga lain hingga tahun 2022. Tartiluna mengombinasikan sekaligus menyempurnakan keunggulan metode-metode sebelumnya, serta ditunjang dengan kelengkapan buku modul, media pembelajaran, pengelolaan kualitas SDM guru, penjaminan mutu, munaqosyah, hingga sistem manajemen yang rapi dan terukur.

OBSERVASI KELAS: Para delegasi 4 lembaga mengobservasi salah satu kelompok pembelajaran mengaji Al Qur’an Metode Tartiluna kelas IV SD Nasima didampingi Tim QLC Sekolah Nasima.
Keunggulan lain dari Metode Tartiluna terletak pada keabsahan sanad keilmuannya yang tersambung kokoh hingga Rasulullah Muhammad SAW. Mata rantai keilmuan Al Qur’an metode ini mengalir melalui para ulama besar, di antaranya Nyai Hj Maemunah dan KH Muhammad Shofi Al Mubarok Brabo Grobogan, serta Almaghfurlah KH Turmudzi Taslim Kauman Semarang, KH Abdullah Umar Semarang, KH Muhammad Zhofir Syafi’I Brabo Grobogan, KH Munawir Munajat Tingkir Salatiga, KH Muhammad Arwani Amin Kudus, hingga KH Muhammad Munawwir Krapyak Yogyakarta. Melalui landasan sanad yang valid serta slogan pembelajaran “mudah, asyik, bermakna”, Tartiluna hadir sebagai terobosan pengajaran Al Qur’an yang sistematis dan ramah bagi anak.
Direktur Eksekutif YPI Nasima, Hj Mila Christanty SPd MM, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pendidik yang hadir untuk menyerap praktik baik pembelajaran di Sekolah Nasima. “Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman serta menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan Islam demi syiar Al Qur’an. Kehadiran Bapak dan Ibu guru dari empat lembaga ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga mutu serta konsistensi dalam mengembangkan Metode Tartiluna agar memberi manfaat luas bagi generasi muda Islam,” ujarnya.
Langkah awal kerja sama
Sementara itu, Direktur Asrama dan Keagamaan sekaligus Pembina QLC Sekolah Nasima, Ahmad Mundzir SPd MAg AH, menjelaskan kedalaman konsep dan fleksibilitas pengembangan Metode Tartiluna. “Tartiluna kami rancang tidak hanya berfokus pada ketepatan tajwid dan keindahan membaca, tetapi juga pada pembentukan sistem manajemen pembelajaran Al Qur’an yang baku dan akuntabel. Kami memastikan standarisasi guru, proses munaqosyah, hingga evaluasi mutu berjalan selaras sehingga peserta didik bisa belajar Al Qur’an dengan cara yang mudah, asyik, dan bermakna,” terangnya.
Perwakilan tamu, Koordinator Guru Mengaji SD NU Master Sokaraja Banyumas, M Ibnu Fadli SPd, mengaku terkesan dengan keteraturan dan kualitas penerapan Metode Tartiluna yang disaksikannya secara langsung. “Kami melihat sendiri bagaimana anak-anak mengaji dengan sangat nyaman dan tertata rapi di kelas. Pengelolaan SDM guru, media belajar, serta penjaminan mutunya luar biasa rapi, sehingga kami sangat berminat untuk menjalin kerja sama agar Metode Tartiluna ini bisa segera diterapkan di sekolah kami,” ungkapnya. (naskah: Pram, foto: Elok)

sae