Sebanyak 141 siswa kelas VIII SMP Nasima Semarang dengan 9 guru pendamping mengikuti kegiatan Eksplorasi, Live In, Ekspose, dan Jelajah Nusantara (ELEJN) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Dusun Kuwondogiri, Desa Wisata Blambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kegiatan yang dilangsungkan 12-15 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang bertujuan menanamkan karakter Kenasimaan, kemandirian, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal Indonesia.
Selama mengikuti program ELEJN, para siswa tinggal bersama keluarga asuh di rumah-rumah warga Desa Wisata Blambangan. Mereka beradaptasi dengan kehidupan masyarakat pedesaan, mengikuti berbagai aktivitas keseharian warga, serta belajar memahami nilai-nilai gotong royong, kerja keras, dan kebersamaan yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat.
Selain live in, siswa juga melakukan berbagai kegiatan eksplorasi potensi desa. Mereka mengamati kehidupan sosial masyarakat, mengenal sektor pertanian dan usaha ekonomi warga, serta mempelajari kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas Desa Wisata Blambangan. Melalui interaksi secara langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang autentik, tetapi juga memperluas wawasan tentang keberagaman kehidupan masyarakat Indonesia.
Kepala SMP Nasima Semarang, Yudina Tri Heryanti, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ELEJN merupakan salah satu program unggulan sekolah dalam membentuk generasi yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai lingkungan sosial.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar dari kehidupan nyata di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman berharga tentang pentingnya menghargai perbedaan, hidup mandiri, serta memahami nilai-nilai sosial yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Puncak kegiatan direncanakan melalui sesi ekspose, di mana para siswa mempresentasikan hasil pengamatan, pengalaman, dan temuan mereka selama berada di Desa Wisata Blambangan. Berbagai tema diangkat, mulai dari potensi wisata desa, budaya lokal, pola kehidupan masyarakat, hingga peluang pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti kegiatan Jelajah Nusantara yang dirancang untuk memperkaya pemahaman tentang keragaman budaya, lingkungan, dan potensi daerah. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa.
Salah satu peserta, Aidha Rahma Syadrina (VIII-D) berharap memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program tersebut. Menurutnya, tinggal bersama keluarga asuh memberikan kesempatan untuk belajar hidup sederhana, membangun komunikasi dengan masyarakat, dan memahami tantangan yang dihadapi warga di pedesaan.
“Tentu kami akan belajar banyak hal yang tidak kami dapatkan di sekolah. Mulai dari membantu aktivitas keluarga asuh hingga mengenal budaya dan kehidupan masyarakat secara langsung. Pengalaman ini membuat kami lebih bersyukur dan menghargai keberagaman Indonesia,” ungkapnya.
Kegiatan ELEJN 2026 di Desa Wisata Blambangan diharapkan menjadi pengalaman berkesan yang mampu membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang mandiri, peduli, berempati, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Melalui pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat, SMP Nasima Semarang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan keterampilan hidup peserta didik. (Naskah: Taryadi, Foto Zaenul Latif)

FLASHMOB RAMPAK MINAK JINGGO: Peserta Bersama panitia mengawali kegiatan ELEJN SMP Nasima 2026 dengan flasmob Rampak Minak Jinggo yang penuh semangat.

PENYERAHAN PLAKAT: Penyerahan plakat oleh Kepala SMP Nasima Ibu Yudina Tri Heryanti, M.Pd. kepada kepala Desa Blambangan Bapak Sukisno menandai dimulainya kegiatan ELEJN.
