Sekolah Nasima

Peduli Lingkungan dan Kepekaan Sosial menjadi Tema Utama Hari Santri Nasional

Bagikan

BENDERA SIAP : Sang Merah Putih siap berkibar dalam Upacara Hari Santri Nasional SMA Nasima

SMA Nasima memperingati Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026, melalui rangkaian kegiatan yang memadukan semangat perjuangan santri, kepedulian sosial, dan ikhtiar spiritual. Sebelum upacara dimulai, warga sekolah mengumpulkan donasi berupa sembako dan uang tunai untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Aksi solidaritas ini menjadi wujud empati keluarga besar SMA Nasima terhadap masyarakat yang menghadapi berbagai bencana di tengah musim kemarau, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kekeringan. Selain itu, suhu udara yang semakin panas dan terik matahari yang menyengat juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Upacara Hari Santri Nasional dilaksanakan di lapangan SMA Nasima dan diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan khidmat serta tertib. Ustadz Aditya Tresna Wijayanto, M.Pd., AH., bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat mengenai sejarah perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam amanatnya, ia mengingatkan peran para santri di bawah bimbingan para kiai besar, diantaranya K.H. Hasyim Asy’ari, yang mengobarkan semangat perjuangan melawan penjajah. Semangat tersebut berkaitan erat dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945, termasuk Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 dalam menghadapi pasukan Sekutu yang berupaya membuka jalan bagi kembalinya kekuasaan kolonial Belanda. Upacara berakhir pada pukul 07.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan persiapan pelaksanaan salat Istisqa.

Warga sekolah menata lapangan basket SMA Nasima dengan menghamparkan tikar dan karpet sebagai tempat pelaksanaan salat Istisqa. Sekitar pukul 08.00 WIB, di bawah terik matahari pagi, para jamaah melaksanakan salat sunah muakad dengan khusyuk sebagai bentuk ikhtiar memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Melalui ibadah ini, keluarga besar SMA Nasima memanjatkan doa agar Allah meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana, menurunkan hujan yang membawa manfaat, mengurangi kekeringan, serta membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kepekaan sosial, dan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

KHUSYU’ : Para jamaah sholat Istisqa berdoa dengan khusyu’ memohon pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala

Ustadz Aditya Tresna Wijayanto, M.Pd., AH., selaku pembina upacara dan khatib salat Istisqa’, menyampaikan, “Semangat perjuangan para santri dalam membela tanah air harus menjadi teladan bagi generasi muda saat ini. Perjuangan pada masa sekarang dapat diwujudkan dengan rajin belajar, menjaga akhlak, peduli terhadap sesama, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin bangsa yang amanah. Melalui kegiatan salat Istisqa ini, kita juga belajar untuk senantiasa berdoa, memohon pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala., serta menumbuhkan empati kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Semoga Allah memberikan pertolongan, menurunkan hujan yang membawa keberkahan, dan menjadikan generasi muda SMA Nasima sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.” (DENI).

 


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *