Kajian Khodijah An Nur di Masjid Baitul Masykur SMA Nasima Semarang bersama Dr.H. Fakhrudin Aziz,Lc.M.Si. (Rabu, 23/9/2026)
Jamaah Khatijah An Nur, yang merupakan kumpulan orang tua murid Sekolah Nasima, kembali menggelar kajian rutin pada minggu terakhir setiap bulan. Kegiatan tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus penguatan pemahaman keagamaan bagi para jamaah. Pada kajian kali ini, Rabu (23/9/2026)jamaah mendapatkan tausiyah dari Dr. H. Fakhrudin, L.C., M.Si. yang menyampaikan materi tentang adab berdoa.
Kegiatan diawali dengan rangkaian pembacaan shalawat, Asmaul Husna, serta membaca Surah Al-Mulk secara bersama-sama. Suasana kajian dilanjutkan dengan pembacaan ayat Al-Qur’an beserta terjemahnya sebagai bagian dari upaya mendekatkan jamaah dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Rangkaian pembukaan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.
Dalam kajiannya, Dr. H. Fakhrudin Aziz menjelaskan tentang pentingnya memahami adab dalam berdoa. Ia menyampaikan bahwa doa memiliki proses dan bentuk pengabulan yang tidak selalu sama, termasuk istilah ijabah dan istijabah. Jamaah juga diajak untuk berdoa dengan teknik “SPBU”, yakni memulai dari nol dengan mengosongkan hati dan pikiran dari berbagai hal yang mengganggu kekhusyukan, kemudian sepenuhnya berserah diri kepada Allah SWT dalam memanjatkan doa.
Sebelum memasuki materi kajian, Ibu Sri Wahyuni Ketua jamaah Khodijah An Nur memberikan sambutan pembuka. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan serta mengajak para jamaah untuk terus istiqomah mengikuti kegiatan mengaji. Menurutnya, kegiatan kajian tidak hanya menjadi ruang untuk menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi bekal dalam menjalani kehidupan di dunia dan mempersiapkan kehidupan di akhirat.
Dr. H. Fakhrudin Aziz dalam kajiannya mengajak jamaah untuk membangun sikap berserah diri kepada Allah ketika berdoa, sementara para peserta mengikuti materi dengan antusias dan berharap kajian rutin tersebut dapat terus dilaksanakan secara istiqomah. “Mari berdoa dengan hati dan pikiran yang benar-benar berserah kepada Allah, karena setiap doa memiliki jalan pengabulannya,” tutur narasumber. Sejalan dengan itu, peserta menilai kegiatan kajian Jamaah Khatijah An Nur menjadi kesempatan untuk memperdalam ilmu, memperkuat keimanan, sekaligus menjaga silaturahmi antarorang tua murid Sekolah Nasima.
