NASIHAT PENTING: Pembina YPI Nasima sekaligus Pengasuh Ponpes Girikusumo, KH Munif Muhammad Zuhri (kanan) sedang memberi mauidhah hasanah dalam acara halalbihalal keluarga besar Nasima. Pendiri YPI Nasima, H Yusuf Nafi SH CN (tengah) dan Direktur Asrama dan Keagamaan, Ahmad Mundzir SPd MAg AH turut mendampingi di panggung.
Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima menggelar acara halalbihalal yang khidmat pada Sabtu (11/4/2026) atau 23 Syawal 1447 H. Bertempat di Aula Kaimana SMA Nasima, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi 300 peserta yang terdiri dari jajaran pendiri, pengurus, direktur, hingga guru dan tenaga kependidikan. Tidak hanya unsur pendidikan, pimpinan unit usaha Nasima Grup seperti d’Nasima dan PT Nasima Motor juga turut hadir untuk mempererat persaudaraan dan konsolidasi lembaga di penghujung tahun ajaran 2025/2026.
Kegiatan dibuka dengan penampilan karawitan “Dwija Nasima Laras” yang diikuti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta menyanyikan lagu kebangsaan. Suasana semakin istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh Nasima. Selain hadir mereka juga yang memberi sambutan dengan isi yang penuh inspirasi dan motivasi, yaitu Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd dan Anggota Pembina YPI Nasima, Dewi Nasima SKel MSc. Puncak acara diisi dengan penyampaian mauidhah hasanah oleh Pengasuh Ponpes Girikusumo sekaligus Pembina YPI Nasima, KH Munif Muhammad Zuhri, yang memberikan wejangan spiritual mendalam kepada seluruh sivitas akademika yang hadir.
Dalam nasihatnya, Kyai Munif menekankan pentingnya aspek batiniah dalam menjalankan amanah sebagai pendidik. Beliau berpesan agar segenap keluarga besar Nasima senantiasa meneguhkan niat, tekad, serta menjaga keikhlasan dan istiqomah dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. Menurut beliau, konsistensi dalam kebaikan merupakan kunci utama bagi sebuah lembaga pendidikan untuk tetap tegak dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat di tengah perubahan zaman yang dinamis.
Lebih lanjut, ulama karismatik asal Mranggen ini mengingatkan bahwa setiap kurikulum dan materi pelajaran harus memiliki dimensi ketuhanan.

KHIDMAT MENYIMAK: Suasana tampak tenang dan khidmat, ketika KH Munif Muhammad Zuhri (kiri) sedang memberi nasihat-nasihat penting kepada keluarga besar YPI Nasima.
“Apapun materi pelajarannya, sebisa mungkin semuanya menjadi sarana untuk memfasilitasi peserta didik mengenal, mengakui, tunduk, serta mengabdi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ilmu pengetahuan tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus menjadi jembatan yang membawa para siswa semakin dekat dengan Sang Pencipta,” tutur KH Munif Muhammad Zuhri.
Sebagai pamungkas, beliau mengingatkan agar seluruh dedikasi yang diberikan oleh para guru dan pengurus tidak terdistraksi oleh ambisi-ambisi duniawi semata. Beliau menekankan bahwa orientasi tertinggi dari pengabdian di Sekolah Nasima adalah sisi spiritualitas yang murni. “Saya mengingatkan ketika sudah menjalankan itu semua, kita juga tidak bertujuan lain, kecuali mengharap ridha Allah Sang Maha Pengasih dan Penyayang,” pungkas beliau sebelum menutup acara dengan doa yang penuh kekhusyukan. (naskah: Pram, foto: Mundzir)
