ZIARAH DAN DOA: Jamaah organ yayasan, guru, dan tenaga kependidikan YPI Nasima tampak khusyuk membaca kalimat-kalimat thayyibah dan berdoa di samping makam seorang ulama penyebar agama Islam di Semarang, Sayyid Hussein Al Kyai Djungke di Gendingan Semarang (5/9/2025).
Sekolah Nasima menggelar kegiatan ziarah ke makam ulama besar, Sayyid Hussein Al Kyai Djungke, yang berlokasi di Kampung Gendingan, Semarang, pada Jumat malam (5/9/2025). Ziarah ini dipimpin langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, KH Hanief Ismail Lc dan diikuti sekitar 30 orang guru serta tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari tradisi Setu Legen (Sabtu Legi dalam bahasa Jawa) Sekolah Nasima, yang terdiri dari ziarah waliyullah pada Jumat malam serta khataman dan simakan Al Qur’an pada Sabtu pagi sampai siang. Tradisi baik tersebut dilaksanakan secara istiqomah sejak puluhan tahun lalu. Setu Legen menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi warga sekolah dengan saudara muslim lainnya yang dijumpai di sekitar makam, memperkuat spiritualitas, serta meneladani perjuangan para ulama terdahulu.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa bersama yang dipimpin oleh KH Hanief Ismail. Suasana makam yang penuh khidmat menghadirkan nuansa religius, memberikan kesempatan bagi peserta untuk merenung sekaligus memperbarui semangat dalam menjalankan tugas mendidik di lingkungan Sekolah Nasima.
Ziarah ini juga dihadiri tiga direktur YPI Nasima, yakni Direktur Asrama dan Keagamaan Ahmad Mundzir MAg, Direktur Humas Muhson, SPd, MM, serta Direktur Litbang Supramono MPd. Kehadiran para pimpinan YPI Nasima memberikan makna tersendiri, sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan ruhani para guru dan tenaga kependidikan.

MENELADANI WALIYULLAH: Ketua Pembina YPI Nasima yang juga Pengasuh Ponpes Raudhatul Qur’an Annasimiyyah dan Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail Lc (nomor 2 dari kanan) memandu langsung kegiatan ziarah Setu Legen Sekolah Nasima.
Menurut KH Hanief Ismail, ziarah makam bukan sekadar ritual, melainkan sarana untuk mengambil hikmah dari perjuangan para ulama. “Melalui ziarah ini kita berharap mendapatkan keberkahan, sekaligus meneladani semangat dakwah dan keteguhan iman Sayyid Hussein Al Kyai Djungke dalam mengabdikan diri kepada agama dan umat,” ungkapnya. (naskah: Pram, foto: Nur)

Masya Allaah… tabaarakallaah🤲