Sekolah Nasima

Ziarah Makam Kyai Sepuh Pengajar Kitab Jalalain, KH Nur Muhammad Sepaton

Bagikan

SANAD JALALAIN: Empat orang pimpinan YPI Nasima (dari kiri), Supramono MPd, Dr Indarti MPd, Muhson SPd MM, dan Ahmad Mundzir MAg AH sedang berziarah di makam ulama pengajar Kitab Jalalain, KH Nur Muhammad Sepaton (3/9/2025).

 

Empat orang pimpinan dari Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima melaksanakan ziarah di makam auliya, yaitu KH Nur Muhammad Sepaton. Sepaton merupakan nama salah satu wilayah perkampungan di Semarang bagain utara. Tepatnya berada di kompleks Kantor Pegadaian, Jalan Imam Bonjol, Semarang. Ziarah ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd. KH Nur Muhammad Sepaton dikenal sebagai sumber sanad atau alur keilmuan Tafsir Jalalain di Nusantara.

Tafsir al-Jalalain (arti harfiah: tafsir dua Jalal) adalah sebuah kitab tafsir Al-Qur’an yang awalnya disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli pada tahun 1459 M dan kemudian dilanjutkan oleh muridnya yaitu Jalaluddin as-Suyuthi pada tahun 1505 M. Kitab tafsir ini umumnya dianggap sebagai kitab tafsir klasik Sunni yang banyak dijadikan rujukan, sebab dianggap mudah dipahami dan terdiri dari hanya satu jilid saja. Kyai Nur Muhammad Sepaton merupakan ulama pengajar Tafsir Jalalain kepada ulama-ulama besar Nusantara. Dia mengajarkan Tafsir Jalalain kepada KH Sholeh Damaran Kudus. KH Sholeh Damaran mengajar tafsir masyhur tersebut kepada KH Sholeh Darat Semarang. KH Sholeh Darat kemudian mengajar KH Mahfudz Termas, salah satu pengasuh Ponpes Termas, Pacitan.

Dalam kegiatan tersebut, Indarti didampingi sejumlah pimpinan YPI Nasima, yaitu Direktur Asrama dan Keagamaan Ahmad Mundzir MAg AH, Direktur Humas Muhson SPd MM, serta Direktur Litbang Supramono MPd. Kehadiran para pimpinan YPI Nasima ini menunjukkan komitmen yayasan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam serta meneladani perjuangan para ulama besar yang telah berkontribusi terhadap pendidikan umat.

Suasana ziarah berlangsung khidmat dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di samping pusara Kyai Nur Muhammad Sepaton. Para peserta memanjatkan doa agar keteladanan beliau dalam mengajarkan tafsir Jalalain dapat menginspirasi seluruh civitas akademika Nasima untuk terus menanamkan nilai-nilai keilmuan dan akhlak mulia dalam pendidikan.

Menurut Dr Indarti, ziarah ini bukan hanya penghormatan kepada ulama, melainkan juga upaya menyambung sanad keilmuan. “Kyai Sepuh telah berjasa besar dalam mendidik masyarakat dengan tafsir Jalalain. Semoga semangat beliau mengajarkan ilmu dapat menjadi teladan bagi para pendidik Nasima dalam mengabdi kepada agama dan bangsa,” ujarnya. (Pram)

 


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *