NASIHAT ULAMA: Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc sedang memberi nasihat kepada jamaah peserta Nasima Jelajah Jejak Rasul (NJJR). Dia didampingi Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd (nomor 3 dari kiri), Direktur Asrama dan Keagamaan, Ahmad Mundzir Mag AH (paling kiri), dan Direktur SDm, Hj Dwi Astuti (paling kanan).
Kegiatan silaturahmi dan manasik Umrah bagi peserta Nasima Jelajah Jejak Rasul (NJJR) 2025 resmi digelar pada Sabtu, 22 November 2025, pukul 09.00–15.00 WIB di Aula Kaimana SMA Nasima, Jl. Arteri Yos Sudarso 17 Kota Semarang. Sebanyak 30 jamaah hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari 23 peserta dari keluarga besar Sekolah Nasima dan perusahaan-perusahaan Nasima Grup, serta 7 peserta dari Pondok Pesantren Sekar Putih Tegalrejo Magelang. Dari Sekolah Nasima ada organ yayasan, peserta didik, dan guru beserta beberapa anggota keluarganya. Acara tersebut menjadi ajang persiapan penting sebelum para jamaah diberangkatkan mengikuti rangkaian NJJR 2025 di Madinah dan Makkah, Arab Saudi, pada 3–16 Desember 2025.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Para peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah Umrah, pembekalan spiritual, hingga peningkatan pemahaman mengenai rangkaian agenda NJJR. Kegiatan diawali dengan sesi silaturahmi antarjamaah, yang menjadi momen untuk memperkuat kekompakan menjelang keberangkatan bersama. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi orientasi mengenai agenda NJJR 2025 yang disampaikan secara sistematis agar peserta memahami alur kegiatan selama 14 hari di Tanah Suci.
Materi demi materi disampaikan secara berurutan oleh para narasumber internal YPI Nasima. Setelah sesi silaturahmi, acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd. Peserta juga mendapatkan nasihat keagamaan terkait keutamaan ibadah serta adab selama berada di Tanah Suci, yang disampaikan oleh Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc. Kegiatan dilanjutkan dengan paparan orientasi NJJR oleh Koordinator Kegiatan sekaligus Direktur Litbang YPI Nasima, Supramono MPd, sebelum akhirnya ditutup dengan materi inti berupa fiqih ibadah dan simulasi praktik Umrah yang dipandu oleh Ahmad Mundzir MAg AH.

BUKAN UMRAH BIASA: Koordinator NJJR 2025 yang juga Direktur Litbang YPI Nasima, Supramono MPd sedang memaparkan konsep, jadwal, dan berbagai informasi tentang keistimewaan kegiatan umrah serta kegiatan jelajah edukatif selama di Madinah serta Makkah dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen lembaga dalam memastikan kesiapan spiritual dan teknis para jamaah. “NJJR bukan sekadar perjalanan, tetapi sebuah proses pembelajaran iman dan sejarah. Kami ingin seluruh jamaah berangkat dengan persiapan yang matang, baik dari sisi ilmu, mental, maupun kebersamaan,” ujarnya.

SIMULASI UMRAH: Ahmad Mundzir Mag AH (tengah membelakangi kamera) sedang membimbing jamaah tentang tatacara thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebagai salah satu rukun ibadah Umrah.
Sementara itu, Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc memberikan pesan mendalam agar para peserta menjaga adab selama berada di Tanah Suci. “Ibadah Umrah adalah kesempatan istimewa yang tidak diberikan kepada semua orang. Jaga hati, jaga lisan, dan perbanyak amal baik. Tanah Suci adalah tempat di mana setiap kebaikan dilipatgandakan dan setiap niat diuji. Perbanyak shalawat dan bacaan Al Qur’an. Untuk kelancaran silakan ikuti arahan dari pembimbing, koordinator maupun muthawwif,” pesannya di hadapan seluruh jamaah yang mengikuti kegiatan dengan khusyuk. (Pram)
