Sebanyak 16 siswa SMP Nasima mengikuti kegiatan Semarang Halal Festival yang berlangsung di Gedung Matahari Plaza Simpang Lima, Kota Semarang pada Rabu, 16 September 2026, melalui kolaborasi bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang dalam program Aktivitas Warga Pintar (AWP). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun ruang literasi yang dekat dengan dunia pelajar, khususnya siswa tingkat SMP. Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga mengenal proses kreatif di balik lahirnya sebuah karya sastra.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Kak Athaya, penulis cerpen yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jurusan Bahasa Inggris. Hadir pula Kak Ipung, Sekretaris Dinas Arpus yang memiliki nama lengkap Siswo Purnomo, S.S dan juga Kak Uwi dari Taman Bacaan Masyarakat.
Rombongan disambut oleh Kasub.Koord Otomasi dan Pengolahan Bahan Pustaka Ibu Ira Fajar Putri, SH, M.M. sekaligus orang tua murd dari peserta didik di SMP Nasima dari ananda Nindy kelas VIIID. “Terima kasih atas kehadiran anak-anak hebat dari SMP Nasima, semoga mendapat manfaat dari Aktivitas Warga Pintar bersama Dinas Arpus Kota Semarang,” ujar beliau.

Pertemuan tersebut berlangsung interaktif karena siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal pengalaman menulis, proses pengembangan ide cerita, hingga perjalanan sebuah karya sastra dari tulisan menjadi karya audiovisual.
Kak Athaya membagikan pengalaman menarik tentang cerpen karyanya yang berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi penulisan cerpen tahun 2025. Karya tersebut kemudian dikembangkan dan diekranisasi menjadi film pendek pada 2026. Film pendek tersebut diberi judul “Canting untuk Lampion” dan selanjutnya akan dilombakan dalam Festival Lawang Sewu. Proses tersebut memberikan gambaran kepada para siswa bahwa sebuah cerita dapat berkembang menjadi karya yang lebih luas ketika dipadukan dengan kreativitas, kerja sama tim, dan keberanian untuk berkarya.
Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi. Fatih, siswa kelas IX D SMP Nasima, menjadi salah satu peserta yang aktif bertanya. Ia menunjukkan rasa penasaran terhadap proses produksi film pendek “Canting untuk Lampion”, terutama mengenai proses dan pertimbangan pemilihan lokasi syuting. Film tersebut mengangkat kisah tentang perbedaan etnis Jawa dan Tionghoa di Kota Semarang. Perpaduan keberagaman budaya tersebut tidak hanya menjadi kekuatan cerita, tetapi juga menghadirkan berbagai tempat di Kota Semarang sebagai bagian dari latar film, sehingga dapat memperkenalkan destinasi dan kekayaan kota kepada masyarakat melalui karya sastra dan film.

(Al Fatih mengajukan pertanyaan untuk memenuhi kuriositasnya terhadap narasumber)
Kegiatan ini menjadi pengalaman literasi yang bermakna bagi siswa SMP Nasima karena mempertemukan mereka secara langsung dengan penulis muda dan pegiat literasi. Melalui ruang dialog tersebut, para siswa belajar bahwa literasi dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari cerpen, film, hingga pengenalan budaya dan kota. Semangat bertanya yang ditunjukkan Fatih dan teman-temannya menjadi bagian penting dari proses membangun generasi pelajar yang kritis, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap keberagaman serta potensi budaya Kota Semarang.
Selain mengikuti talkshow, peserta didik SMP Nasima juga antusias menyambangi UKM di Halal Fest yang menyajikan aneka kulineran yang menggunggah selera. Ada yang menarik yaitu dawet ubi ungu dan waluh produk dari UKM Ibu Selamet.

(Peserta didik antre di barisan buku tamu pengunjung Halal Fest dan AWP)
Halal Fest meramaikan kegiatan MTQ nasional di ibukota Jawa Tengah tahun 2026 ini yang terpusat di Gedung Plaza Simpang Lima. Aneka kulineran warga Semarang bisa dinikati di sini. Selain Halal Fest di Plaza Simpang Lima, pengunjung juga bisa meramaikan stand berbagai daerah di Jawa Tengah yang menyajikan suvenir dan kulineran khas daerah yang dipusatkan di area dekat gedung Indosat. (Melia_hr)
