ZIARAH KH SHOLEH DARAT: Anggota Tim Keagamaan sekaligus Pengasuh Ponpes Tahfidz Darul Ilmi, Kyai Muhamad Amin MpdI AH (nomor 4 dari kanan) memimpin ziarah di makam KH Sholeh Darat (Jumat 27/2/2026).
Puluhan pendidik dari unit KB-TK, SD, SMP, dan SMA Nasima, bersama jajaran organ Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, melaksanakan kegiatan Ziarah Setu Legen di Makam KH Sholeh Darat, Kompleks TPU Bergota, Semarang, pada Jumat sore (27/2/2026). Bertepatan dengan 9 Ramadhan 1447 H, kegiatan religius ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan yayasan, di antaranya Wakil Ketua Pengurus, Ilyas Johari SPd MM, Direktur Asrama dan Keagamaan, Ahmad Mundzir SPd MAg AH, serta Direktur Humas Promosi dan Publikasi, Muhson SPd MM. Ziarah dipimpin oleh Anggota Tim Kegamaan YPI Nasima sekaligus Pengasuh Ponpes Tahfidz Darul Ilmi, Kyai Muhammad Amin MPdI AH. Kehadiran para pendidik di pusara sang mahaguru ini bertujuan untuk mengirimkan doa sekaligus mengambil keberkahan di bulan suci Ramadhan.
Suasana khidmat menyelimuti area makam saat rombongan melantunkan kalimat thayyibah dan doa bersama di senja Ramadhan yang mulia. Agenda ini merupakan bagian dari tradisi rutin “Setu Legen” Sekolah Nasima yang kali ini dikonsep secara khusus sebagai Ziarah Ramadhan untuk semakin memperkuat spiritualitas tenaga pendidik. Melalui ziarah ini, Sekolah Nasima ingin menyambung sanad keilmuan dan batiniah dengan tokoh besar yang telah meletakkan fondasi dakwah Islam moderat di tanah Jawa, khususnya di Kota Semarang.
KH Sholeh Darat, atau yang memiliki nama lengkap Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani, merupakan sosok intelektual Muslim yang sangat berpengaruh dan dijuluki sebagai “Mahaguru Ulama Nusantara.” Beliau dikenal karena kemampuannya menerjemahkan kitab-kitab berat ke dalam bahasa Jawa (Arab Pegon) agar mudah dipahami oleh masyarakat awam pada zamannya. Dedikasi beliau dalam dunia pendidikan tidak diragukan lagi, mengingat tokoh-tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), hingga RA Kartini tercatat pernah menimba ilmu kepada beliau.

LANTUNAN KALIMAT THAYYIBAH: Para pendidik Sekolah Nasima tampak khusyuk melantunkan kalimat-kalimat thayyibah yang tersusun dalam suatu buku panduan ziarah tulisan Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc.
Direktur Asrama dan Keagamaan YPI Nasima, Ahmad Mundzir SPd MAg AH, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk penghormatan nyata terhadap jasa besar sang ulama. “Ziarah ini bukan sekadar kegiatan rutin setiap 35 hari pada Sabtu Legi, melainkan upaya kami untuk meneladani kegigihan para aulia, khususnya KH Sholeh Darat dalam membumikan nilai-nilai Islam yang ramah dan mencerahkan. Kami berharap spirit perjuangan beliau dalam mendidik umat dapat meresap ke dalam jiwa para guru di Sekolah Nasima, sehingga semangat dalam membimbing generasi muda tetap menyala, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” pungkasnya. (Pram)
