Kepala SMP Nasima Semarang, Yudina Tri Heryanti, M.Pd., menyampaikan sambutan pembukaan pesantren Ramadan SMP Nasima 1447 H
SMP Nasima kembali menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan untuk tahun 1447 H/2026 sebagai bagian dari pembinaan karakter spiritual peserta didik. Program tahunan ini digelar dari 2-24/3/2026, dengan rangkaian kegiatan mulai dari sholat wajib dan sunah, dzikir, tadabbur Al-Qur’an, kajian tematik, hingga praktik ibadah, praktik life skill dan kegiatan sosial.
Pesantren SMP Nasima tahun ini mengusung tema, “The Struggle of defend the faith: A Lesson from prophet Isa AS”, atau usaha untuk mempertahankan iman: Pembelajaran dari Nabi Isa AS.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus SMP Nasima Jl. Trilomba Juang no 1 Semarang ini diikuti oleh 136 siswa kelas VII, 162 siswa kelas VIII dan 119 siswa kelas IX yang pelaksanaannya bergantian. Kelas VII di 2-8 Maret, kelas IX 119 siswa. Khusus untuk kelas VIII pelaksanaan kegiatan dilangsungkan di pondok pesantren Al Hikmah, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Suasana religius dan penuh kebersamaan tampak sejak hari pertama ketika para siswa mengikuti pembukaan dan mendengarkan tausiyah mengenai pentingnya menata niat serta memperbaiki akhlak di bulan suci.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Kepala SMP Nasima, Yudina Tri Heryanti, M.Pd., menyampaikan bahwa Pesantren Ramadan bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi bagian penting dari pembentukan karakter siswa Nasima dan kompetensi kenasimaan.
“Kita sambut kegiatan pesantren Ramadan Nasima ini dengan berbahagia dan penuh semangat, karena program ini bertujuan untuk membentuk diri kalian menjadi insan yang lebih baik,” ujar Kepala Sekolah.
Lebih lanjut, Yudina menejelaskan tema yang diangkat, yaitu The Struggle of defend the faith: A Lesson from prophet Isa AS. Tema ini diharapkan memberikan pelajaran kepada peserta didik akan keteguhan iman Nabi Isa AS.
“Tentu ini menjadi bagian yang sangat luar biasa mengingat keteguhan Nabi Isa AS yang berjuang mempertahankan iman menghadapi tantangan, penolakan dan ancaman dari Bani Israil.
“Dari perjuangan Nabi Isa AS Pelajaran yang bisa kita ambil adalah keteguhan dalam tauhid, kesabaran dalam dakwah, melawan tanpa pasukan, dan ketergantungan total hidup dan mati kepada Allah SWT,” tambahnya.
Hadir dalam pembukaan pesantren Ramadan Nasima Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr. Indarti, Wakil Ketua Pengurus, Ilyas Johari SPd MM, Sekretaris, Dr Dwi Sukaningtyas, M.Pd. Ketua Badan Pengawas, Ragil Wiratno, SH., MH, anggota badan pengawas Prof. Dr. Najahan Musyafak, MA, Dr. Dewanti, M.Pd, pengawas PAI Kemenag Kota Semarang, HM.Faojin, S.Ag, M.Pd, M.Ag.Direktur Ekskutif Mila Christanty, S.Pd., MM dan jajarannya, serta
Sementara itu pengawas PAI Kemenag Kota Semarang, HM.Faojin, S.Ag, M.Pd, M.Ag., mengapresiasi pelaksanaan Pesantren Ramadan SMP Nasima yang dinilai mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman ke dalam kehidupan sehari-hari siswa.
“Saya melihat siswa SMP Nasima sangat antusias. Kurikulum Pesantren Ramadan ini sudah dirancang penuh makna: ada aspek ibadah, pembiasaan, hingga kegiatan bakti sosial. Harapannya, anak-anak tidak hanya paham materi agama, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan nyata,” tutur beliau. (Taryadi)

Ketua Badan Pengawas YPI Nasima Drs. H. Ragil Wiratno, MH dan pengawas PAI Kemenag Kota Semarang, HM.Faojin, S.Ag, M.Pd, M.Ag., memukul beduk tanda dibukakan kegiatan pesantren Ramadan SMP Nasima 1447 H
