Sekolah Nasima

Alumni NES Siap Membangun Jejaring dan Memajukan Pendidikan

Bagikan

 APRESIASI POSITIF: Pemangku kebijakan hadir dalam diskusi alumni NES Sabtu 10/1/2026. (Dari kiri) Pengurus LP Ma’arif NU Jateng, Asdul Yusro Mag dan Dr Heri Nugroho MAg MPd, Wakil Ketua Tanfdziyah PWNU Jateng, Dr KH Ghufron Hamzah MAg, Founder ACCES ES, M Ramdhan SS, Direktur NES, Adhi Nugroho SKel MSc, dan Direktur Eksekutif YPI Nasima Hj Mila Christanty SPd MM.

Hari kedua kegiatan Nasima Education Scholarship (NES) Alumni Summit #1 diisi dengan Workshop Penulisan Esai Akademik Berbahasa Inggris dan Diskusi Tindak Lanjut Program Alumni NES, Sabtu (10/1/2026). Workshop dilaksanakan di Aula ACCESS English School, Kampung Inggris Pare, Kediri pada pukul 08.00–16.00 WIB dengan peserta sebanyak 41 orang alumni program English Capacity Building for NU Educators Batch 1, 2, dan 3. Kegiatan ini difasilitasi oleh tim pengajar senior ACCESS English School. Pelatihan  bertujuan meningkatkan kemampuan academic writing alumni untuk penyusunan modul ajar maupun persiapan studi lanjut ke luar negeri.

Pada malam harinya, setelah shalat berjamaah dan makan bersama secara talaman khas pesantren, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama para pemangku kepentingan. Tempatnya di Joglo Kyarra, Kampung Inggris Pare, Kediri. Diskusi dihadiri Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Dr KH Ghufron Hamzah MAg, Koordinator Bidang Pengembangan Sekolah LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr Heri Nugroho MAg MPd, Direktur Eksekutif YPI Nasima Hj Mila Christanty SPd MM, Direktur NES Adhi Nugroho SKel MSc, Founder ACCESS-ES, M Ramdhan SS serta jajaran organ YPI Nasima dan NES. Diskusi diawali sambutan pengantar secara daring oleh Koordinator Program NES Dr H Najahan Musyafak MA, kemudian dilanjutkan pemaparan program oleh perwakilan alumni setiap batch terkait praktik baik, rencana pengembangan, serta kendala di daerah masing-masing.

SAMBUTAN PENGANTAR: Koordinator Program NES, Dr H Najahan Musyafak MA (tampak di layar IFP) memberi sambutan pengantar dalam diskusi alumni NES dengan pemangku kebijakan yang hadir.

Alumni NES Batch 1 diwakili oleh Elli Setiawan SPd dari Pati dan Farrona Durrotun Qorri’aina dari Pekalongan. Alumni NES Batch 3 diwakili Luthfi Winarno SPd dari Kebumen. Alumni Batch 1 diwakili oleh Muhammad Ahsan Jamil dari Brebes. Mereka antara lain melaporkan telah membentuk Ma’arif English Club, ekstrakurikuler berbahasa Inggris, dan sebagainya. Mereka juga menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi, misalnya belum adanya tempat yang memadai untuk mengadakan kegiatan, mindset guru di daerah yang belum semua siap diajak maju, dan lainnya. Selain itu ada presentasi praktik baik dari Sekolah Nasima tentang penataan lingkungan dan kebiasaan berbahasa Inggris, peningkatan kompetisi berbahasa Inggris bagi guru dan peseeta didik secara berkelanjutan, sampai proses pembukaan kelas internasional dengan sertifikasi dari Cambridge. Materi dari Sekolah Nasima disampaikan oleh Koordinator Nasima International Class Program (NICP), Isnayani Tabi’ul Mursyida MPd.

MA’ARIF ENGLISH CLUB: Alumni NES dari Pati, Elli Setyawan SPd (berdiri kanan) sedang mempresentasikan program yang telah dan akan dilaksanakan, sekaligus kendala-kendala yang dihadapi.

PRAKTIK BAIK: Koordinator Nasima International Class Program (NICP), Isnayani Tabi’ul Mursyida MPd (berdiri kanan) menyampaikan pengalaman praktik baik di Sekolah Nasima dalam membangun lingkungan, budaya, serta kompetensi bahasa Inggris.

Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Dr KH Ghufron Hamzah MAg, mengapresiasi inisiatif dan gerakan nyata para alumni NES di daerah. “Apa yang dilakukan para alumni ini sangat strategis untuk peningkatan mutu pendidikan Ma’arif dan pesantren. PWNU Jawa Tengah siap membantu mengurai persoalan-persoalan yang dihadapi, baik terkait jejaring, kelembagaan, maupun penguatan program agar gerakan ini berkelanjutan,” ujarnya. Senada dengan itu, Dr Heri Nugroho MAg MPd menekankan pentingnya penguatan organisasi profesi guru. “Sudah saatnya dibentuk MGMP Bahasa Inggris LP Ma’arif NU tingkat provinsi sebagai wadah kolaborasi. Selain itu, peluang beasiswa studi lanjut ke luar negeri perlu dimanfaatkan secara serius oleh para guru,” katanya.

SINERGI MEMAJUKAN PENDIDIKAN: Peserta NES Alumni Summit berfoto bersama dengan tokoh-tokoh PWNU, LP Ma’arif, YPI Nasima, NES, dan ACCES-ES yang hadir seusai kegiatan diskusi.

Direktur Eksekutif YPI Nasima, Hj Mila Christanty SPd MM, menegaskan komitmen Nasima dalam mendukung pengembangan pendidikan Ma’arif NU. “Sekolah Nasima siap menjadi laboratorium pendidikan bagi Ma’arif NU. Program NES sampai batch ketiga ini merupakan salah satu pewujudannya. Selain itu kami terbuka untuk menerima kunjungan sekolah atau madrasah Ma’arif yang akan meakukan studi kaji, siap menjadi tempat diskusi atau pelatihan, dan sebagainya sesuai kemampuan kami,” tuturnya. Diskusi tersebut menghasilkan kesepakatan pembentukan kepengurusan harian MGMP Bahasa Inggris LP Ma’arif NU tingkat Provinsi Jawa Tengah, dengan Elli Setiawan SPd sebagai ketua, Luthfi Winarno SPd sebagai sekretaris, dan Ria Perdani SPd sebagai bendahara. Kepengurusan secara lengkap segera mereka susun dan ditindaklanjuti dengan penyusunan serta implementasi program kerja MGMP. (Pram)

 


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *