HALAL BI HALAL KHODIJAH ANNUR — Momen silaturahmi hangat 102 orang tua dan alumni Nasima di Hotel NEO Semarang, Selasa, 14 April 2026.


USTADZ DAN PUNAKAWAN: Ustadz Akbar Khazul Fikri S.Sos,(kiiri) menghadirkan tausiyah yang ringan, menghibur, namun penuh makna dalam acara Halal Bi Halal Majlis Taklim Khodijah An Nur.
Kegiatan Halal bi Halal Majlis Taklim Orang Tua Sekolah Nasima Khodijah An Nur diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Hotel NEO Jl. S. Parman, Kota Semarang. Acara ini diikuti oleh 102 orang tua peserta didik dan alumni Sekolah Nasima yang tergabung dalam Majlis Taklim Khodijah An Nur. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan sebagai momentum mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Pengurus YPI Nasima, Ilyas Johari, S.Pd., M.M., serta Direktur Humas, Publikasi, dan Promosi, Muhson, S.Pd., M.M. Acara ini juga menghadirkan pembicara, Ustadz Akbar Khazul Fikri, S.Sos., yang memberikan tausiyah penuh makna tentang pentingnya halal bi halal dalam kehidupan bermasyarakat.
Wakil Ketua Pengurus YPI Nasima, Ilyas Johari, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan halal bi halal menjadi sarana penting dalam memperkuat ukhuwah antar orang tua dan keluarga besar sekolah. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga membangun kembali semangat kebersamaan, kerukunan, serta kekompakan dalam mendukung pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Akbar Khazul Fikri, S.Sos., dalam tausiyahnya menegaskan bahwa halal bi halal merupakan salah satu keunikan dan kehebatan bangsa Indonesia. “Halal bi halal menandakan bahwa kita sebagai manusia menyadari memiliki kesalahan dan dosa, sehingga perlu saling memaafkan. Inilah yang menjadikan hubungan antar sesama menjadi lebih harmonis dan penuh keberkahan,” jelasnya.
Ketua Majlis Taklim Khodijah An Nur, Sri Wahyuni, S.H., juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini terus mempererat tali silaturahmi antar anggota. “Kita harus seperti tangan, meskipun terpisah namun tetap bisa bekerja sama dan saling membantu. Jangan seperti telinga, yang meskipun dekat tetapi tidak pernah bersatu dan justru saling iri. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dalam kebaikan,” ungkapnya.(Son)
