Sekolah Nasima

Kajian Kitab Adabul Alim Wal Muta’alim di Jamaah Pendidik Sekolah Nasima

Bagikan

KASIH SAYANG DALAM PEMBELAJARAN: Pengasuh Ponpes Tahfidz Anak “Darul Ilmi” sekaligus anggota tim keagamaan YPI Nasima, Kyai Muhammad Amin MPd AH tampak di layar Youtube Sekolah Nasima sedang mengupas Kitab Adabul Alim Wa Muta’alim (Sabtu 18/4/2026).

 Pada Sabtu, 18 April 2026, suasana khidmat menyelimuti Aula Masohi SMP Nasima yang berlokasi di Jalan Trilomba Juang 1, Kota Semarang. Sebanyak 123 guru dan tenaga kependidikan dari jenjang KB, TK, SD, SMP, hingga SMA Nasima berkumpul untuk mengikuti kegiatan rutin bulanan, yakni kajian kitab bersama. Puluhan guru yang lain hadir menyimak via kanal Youtube Sekolah Nasima karena sedang kegiatan School Visit di KB-TK Nasima dan SD Nasima. Kehadiran jajaran pimpinan yayasan secara langsung, termasuk Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd, bersama para direktur dan organ yayasan lainnya, semakin memperkuat antusiasme para peserta dalam menuntut ilmu di tengah rutinitas tugas pendidikan yang padat.

Agenda utama dalam pertemuan ini adalah mengkaji Kitab Adabul Alim Wal Muta’alim karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Dalam sesi kali ini, kajian difokuskan pada pembahasan adab ke-10 dan ke-11 yang menjadi instrumen krusial bagi seorang pendidik. Kedua poin tersebut secara mendalam mengulas tentang sikap kasih sayang terhadap peserta didik serta prinsip keadilan dalam proses belajar mengajar. Dengan membedah materi ini, jamaah pendidik Nasima diajak untuk merefleksikan kembali pentingnya memperlakukan setiap peserta didik dengan rasa empati dan objektif, guna menciptakan iklim pendidikan yang inklusif dan memanusiakan manusia.

Kegiatan rutin bulanan ini telah menjadi bagian integral dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan YPI Nasima. Program ini dirancang bukan sekadar untuk meningkatkan wawasan keagamaan, melainkan juga sebagai sarana refreshing ruhaniyah bagi para pendidik agar tetap selaras dengan visi pendidikan berbasis karakter yang diusung oleh yayasan. Sinergi antara pimpinan yayasan dan seluruh tenaga pendidik yang hadir menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga marwah institusi sebagai lembaga pendidikan yang memadukan keunggulan akademik dengan nilai-nilai pesantren yang modern dan inklusif.

SANTRI KH HASYIM ASY’ARI: Para anggota jamaah guru dan tenaga kependidikan tampak khidmat menyimak isi kitab masyhur tulisan KH Hasyim Asy’ari dalam acara kajian kitab Sekolah Nasima.

Menanggapi pentingnya pembahasan adab tersebut, Kepala Bidang Keagamaan YPI Nasima, Kyai Muhammad Amin MPd AH, menyampaikan bahwa materi hari ini adalah fondasi bagi setiap pendidik. “Adab ke-10 dan ke-11 yang kita kaji hari ini adalah pedoman krusial. Sebagai pendidik, tugas kita melampaui sekadar transfer pengetahuan; kita sedang membentuk karakter manusia. Melalui ajaran Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari mengenai kasih sayang dan keadilan kepada peserta didik, para guru diingatkan bahwa keberkahan ilmu sangat bergantung pada cara kita memuliakan proses pembelajaran dan memperlakukan setiap peserta didik dengan rasa tanggung jawab,” ujarnya.

Dari perspektif manajemen, Direktur SDM YPI Nasima, Hj Dwi Astuti SPd MM, menyoroti dampak positif kajian ini terhadap profesionalisme pendidik. “Dari sisi SDM, kajian mengenai adab kesepuluh dan kesebelas ini adalah langkah strategis untuk membangun karakter profesional yang kuat. Kami meyakini bahwa pendidik yang unggul adalah mereka yang mampu berlaku adil dan penyayang. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai etika KH Hasyim Asy’ari ke dalam budaya kerja, kami berharap tercipta lingkungan yang harmonis, disiplin, dan ikhlas. Hal ini secara langsung meningkatkan dedikasi dan loyalitas guru dalam menjalankan tugas mereka di lapangan,” tutupnya. (Pram)


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *