Sekolah Nasima

Ponpes Raudhatul Qur’an Annasimiyyah Tuan Rumah Silaturahmi KAMNUSSA

Bagikan

ALUMNI MAKKAH-MADINAH: Pengasuh Ponpes Raudhatul Annasimiyyah sekaligus Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc (berdiri nomor 8 dari kiri) bersama para alumni mahasiswa NU yang pernah belajar di Madinah maupun Makkah dalam acara silaturahmi KAMNUSSA pada Sabtu 18/4/2026.

Keluarga Alumni Mahasiswa NU dan Santri Saudi Arabia (KAMNUSSA) menggelar agenda rutin silaturahmi dan halalbihalal di Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an Annasimiyah, Jalan Puspanjolo Dalam XI Nomor 11-13, Semarang. Pertemuan tahunan yang diselenggarakan pada 29 Syawal 1447 H atau bertepatan dengan 18 April 2026 M ini berlangsung hangat dengan suasana kekeluargaan yang kental, layaknya mempertemukan kembali anggota keluarga besar setelah sekian lama tidak bersua.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari tuan rumah, Pengasuh Ponpes Raudhatul Qur’an Annasimiyyah sekaligus Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc, yang diwakili oleh menantunya, Ahmad Mundzir SPd MAg AH. Selaku Direktur Asrama dan Keagamaan YPI Nasima, Ahmad Mundzir menyampaikan apresiasi atas kehadiran para alumnus di kompleks pesantren. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH Asnawi Rahmat, serta penyampaian sambutan oleh Koordinator KAMNUSSA, KH Junaidi Halim.

Antusiasme para peserta terlihat jelas dengan kehadiran ratusan orang yang memenuhi lokasi, di mana 38 orang di antaranya merupakan anggota inti KAMNUSSA yang datang bersama keluarga dari berbagai daerah. Keberagaman asal anggota, mulai dari wilayah Jawa Tengah seperti Semarang, Pati, Kudus, Demak, hingga perwakilan dari luar Jawa seperti Kalimantan Timur dan Situbondo, semakin mempererat ikatan persaudaraan alumni dan menjadikan momentum ini sebagai ajang untuk memperkuat silaturahmi di antara sesama santri Saudi Arabia.

Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Dr KH Luthfi Zuhdi, anggota KAMNUSSA dan Guru Besar Universitas Indonesia mengulas secara mendalam mengenai wawasan geopolitik Timur Tengah. Ia menyoroti dinamika konflik antara AS-Israel dan Iran, yang menurut analisisnya bukan sekadar perselisihan politik biasa. Prof Luthfi mengungkapkan bahwa skenario besar di baliknya adalah upaya penguasaan wilayah Asia Tengah demi mengakses tambang mineral tanah jarang (rare earth minerals) sebagai bahan utama persenjataan canggih, mengingat keyakinan AS-Israel bahwa penguasaan senjata, teknologi, dan ekonomi adalah kunci untuk mendominasi dunia.

SUASANA KEKELUARGAAN: Para hadirin acara silaturahmi KAMNUSSA tampak menikmati suasana kegiatan yang akrab dan penuh kekeluargaan.

Melengkapi sesi diskusi, Dr Setiawan Budi Utomo Lc MM, yang merupakan pakar ekonomi syariah sekaligus anggota KAMNUSSA, memaparkan pandangannya mengenai urgensi kemandirian ekonomi umat. Ia menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk beralih ke perbankan syariah yang dikelola secara murni oleh muslim dengan penerapan manajemen berbasis prinsip syariah yang ketat. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pada sistem keuangan yang lebih berkeadilan dan sesuai dengan tuntunan agama dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. (Pram)

 


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *