Sekolah Nasima

Penelitian Kualitas Layanan Pendidikan Sekolah Nasima 2026: Tingkat Kepuasan Orang Tua Meningkat Signifikan

Bagikan

AKUNTABILITAS LEMBAGA: Direktur Penelitian dan Pengembangan YPI Nasima, Supramono MPd sedang mempresentasikan hasil kinerja timnya dalam mengumpulkan serta menganalisis data-data terkait kualitas pendidikan di Sekolah Nasima selama tahun ajaran 2025/2026.

Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga mutu dan relevansi pendidikan melalui rilis hasil “Penelitian Kualitas Layanan Pendidikan Sekolah Nasima Tahun Ajaran 2025/2026”. Berdasarkan data riset terbaru yang dihimpun pada pertengahan tahun 2026 (17-22/6/2026), tingkat kepuasan orang tua terhadap pelayanan pendidikan di seluruh unit Sekolah Nasima secara akumulatif menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, mencapai angka indeks kepuasan sebesar 92,6 persen. Angka ini menegaskan posisi Sekolah Nasima sebagai lembaga pendidikan tepercaya yang mampu menjaga konsistensi kualitas layanannya di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks.

Pencapaian gemilang ini sejalan dengan peta jalan (roadmap) pengembangan Sekolah Nasima yang kini tengah memasuki dekade keempat perjalanannya (2024-2034). Setelah melewati fase penanaman visi pada dekade pertama, penguatan visi pada dekade kedua, dan pengembangan kelembagaan pada dekade ketiga, kini Sekolah Nasima berada di bawah kepemimpinan yang berfokus penuh untuk melakukan akselerasi menuju institusi pendidikan berkelas dunia. Target utama dalam sepuluh tahun ke depan adalah mematangkan seluruh unit sekolah agar menjadi Sekolah Nasima Bertaraf Internasional (SNBI) dan Sekolah Nasima Berbasis Teknologi Informasi Terapan (SNBTIT) dengan basis karakter nasionalis agamais yang kuat.

Ketua Pengurus YPI Nasima Dr Indarti MPd menyampaikan bahwa transformasi menuju sekolah berskala internasional bukan sekadar mengejar prestise global, melainkan menciptakan ekosistem belajar yang ramah, aman, bersih, sehat, dan nyaman bagi anak. Pihaknya berupaya keras membangun budaya sekolah yang tertib, kolaboratif, kompetitif, serta berorientasi pada ekspektasi tinggi dengan tetap melestarikan nilai-nilai keislaman dan nasionalisme Indonesia. “Pendidikan berstandar global di Nasima diintegrasikan dengan penguasaan teknologi informasi dan penguatan literasi bahasa asing tanpa kehilangan jati diri keindonesiaan anak-anak kita,” tutur Dr Indarti dalam salah satu pernyataannya.

GRAFIK KUALITAS: SMA Nasima menunjukkan tingkat kepuasan orang tua terhadap pelayanan pendidikan yang terus meningkat signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Lebih lanjut Dr Indarti mengemukakan bahwa riset kualitas layanan tahunan ini merupakan instrumen wajib yang mutlak diperlukan yayasan untuk memetakan kebutuhan riil wali murid. Menurut beliau, masukan obyektif dari para orang tua murid adalah kompas utama yang akan menuntun arah kebijakan taktis dan strategis lembaga dalam melakukan pembenahan fasilitas serta program kurikuler. Beliau menegaskan bahwa transparansi data evaluasi ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral YPI Nasima kepada masyarakat yang telah memercayakan masa depan putra-putrinya di sekolah berlogo “Learner, Character, Leader” tersebut.

Di balik kesuksesan survei berskala besar ini, terdapat kerja keras dari Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) YPI Nasima yang dipimpin langsung oleh Supramono MPd. Tim Litbang mendedikasikan waktu selama kurang lebih dua bulan penuh, terhitung sejak tanggal 21 April hingga 10 Juni 2026, untuk merumuskan, menguji coba, dan mematangkan instrumen evaluasi berupa kuesioner yang disesuaikan secara spesifik dengan karakteristik masing-masing unit pendidikan, mulai dari tempat penitipan anak hingga jenjang sekolah menengah atas, yaitu Daycare, Toddler, KB, TK, SD, SMP, dan SMA Nasima.

Program dan kebijakan berbasis data

Direktur Litbang YPI Nasima Supramono MPd memaparkan bahwa metodologi penelitian ini dirancang dengan tingkat presisi ilmiah yang tinggi demi menjaga validitas konten dan reliabilitas data. Pengumpulan opini wali murid dilakukan secara serentak pada tanggal 18 hingga 22 Juni 2026 dengan menggunakan metode Purposive Sampling, serta dianalisis menggunakan uji reliabilitas statistik Cronbach’s Alpha. Dalam kategorisasi penilaiannya, tim Litbang menggabungkan item jawaban “Sangat Memuaskan” dan “Memuaskan” ke dalam predikat “BAIK” (Good) sebagai standar pelayanan minimum yayasan, sedangkan jawaban “Cukup Memuaskan” dan “Kurang Memuaskan” dikelompokkan dalam kategori “KURANG” (Poor) yang harus segera ditindaklanjuti.

Dalam penjelasannya, Supramono dengan tegas menyerukan pentingnya budaya berbasis data di lingkungan birokrasi pendidikan demi menghindari pengambilan keputusan yang bersifat intuitif atau spekulatif semata. “Mari kita biasakan menggunakan data sebagai dasar menyusun program dan menetapkan kebijakan!” imbau Supramono secara langsung, menegaskan bahwa hasil riset ini tidak hanya akan berakhir di atas kertas laporan, melainkan menjadi dasar perbaikan sarana prasarana serta peningkatan kompetensi para guru di lapangan.

Jika ditinjau dari tren historis kepuasan pendidikan secara umum di Sekolah Nasima, data menunjukkan kurva perkembangan yang sangat positif dalam kurun lima tahun terakhir. Pada tahun ajaran 2020/2021, indeks kepuasan berada pada angka 81 persen, kemudian melonjak ke angka 89 persen pada periode 2022/2023. Meskipun sempat mengalami sedikit penyesuaian ke angka 79,8 persen di tahun ajaran 2023/2024, Sekolah Nasima berhasil bangkit secara luar biasa dengan membukukan skor kepuasan sebesar 90,2 persen pada periode 2024/2025, sebelum akhirnya menyentuh rekor tertinggi sebesar 92,6 persen pada tahun ajaran 2025/2026 ini.

DINAMIKA KUALITAS: Dalam lima tahun terakhir, unit-unit Sekolah Nasima menunjukkan dinamika performa dengan rerata sangat memuaskan dan menjadi penyemangat untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas secara berkelanjutan.

Masukan konstruktif

Evaluasi per unit sekolah secara mendetail menunjukkan pencapaian yang sangat bervariasi namun tetap berada di jalur performa tinggi. Unit Nasima Daycare (NDC) berhasil menarik partisipasi luar biasa dari para orang tua murid dengan tingkat respons mencapai 113 persen, yakni sebanyak 27 responden dari kapasitas ideal 24 anak. Hal ini disebabkan ada orang tua baik ibu maupun bapak mengisi berdasar penilaian masing-masing untuk layanan yang diterima anak mereka. Hasilnya sangat memuaskan, NDC mencatatkan tingkat kepuasan sempurna atau sebesar 100 persen berkategori “BAIK” pada tahun ajaran 2025/2026, memulihkan performanya setelah sempat berada pada angka 96 persen di tahun ajaran sebelumnya.

Meski meraih hasil kepuasan sempurna secara umum, Tim Litbang mencatat adanya beberapa indikator pelayanan minor di unit NDC yang dinilai “Cukup” atau “Kurang” oleh sekitar 4 hingga 15 persen orang tua murid. Beberapa poin masukan konstruktif tersebut berfokus pada pentingnya intensitas pemantauan psikolog secara berkala, peningkatan kebersihan lingkungan fisik, peremajaan fasilitas tempat tidur dan kamar mandi, serta penambahan titik CCTV guna memantau aktivitas harian buah hati mereka secara aman dan profesional.

BUDAYA ILMIAH: Sejak usia dini peserta didik difasilitasi untuk melakukan riset-riset sederhana guna membiasakan berpikir serta berbuat berdasarkan kajian ilmiah dan data-data yang komprehensif.

Unit KB-TK atau Nasima Preschool (NPs) juga menunjukkan tren positif dengan tingkat partisipasi survei sebesar 81 persen, atau sebanyak 119 dari total 147 wali murid yang mengisi kuesioner. Indeks kepuasan NPs tercatat kokoh di angka 93 persen pada periode 2025/2026, meningkat dari perolehan 91 persen di tahun ajaran 2024/2025. Tingginya kepuasan ini berbanding lurus dengan loyalitas wali murid, di mana sebanyak 60 persen responden menyatakan “Selalu” bersedia merekomendasikan unit KB-TK Nasima kepada kerabat mereka sebagai pilihan utama pusat pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang integratif.

Menariknya, hasil riset keberlanjutan studi (educational sustainability) pada jenjang preschool menunjukkan tingkat retensi internal yang tinggi. Sebanyak 61 persen atau 72 siswa lulusan NPs memutuskan untuk melanjutkan pendidikan dasar mereka ke SD Nasima, sementara 19 persen memilih sekolah swasta lain, hanya 2 persen yang beralih ke sekolah negeri, dan sisanya sebanyak 19 persen belum menentukan pilihan. Data ini memperlihatkan kekuatan ikatan emosional dan kepercayaan mendalam yang telah terbangun sejak usia dini antara yayasan, orang tua, dan anak.

Lonjakan kepuasan yang tidak kalah impresif ditunjukkan oleh jenjang SD atau Nasima Primary School (NPS) dengan tingkat partisipasi wali murid yang luar biasa tinggi, mencapai 97,6 persen (622 responden dari total 637 wali murid). Kualitas layanan NPS pada tahun ajaran 2025/2026 stabil di angka 89 persen, naik pesat dari angka 85,3 persen pada tahun ajaran 2023/2024. Meskipun terdapat penurunan tipis 1 persen dari tahun sebelumnya yang mencatatkan angka 90 persen, secara umum apresiasi orang tua terhadap performa akademik dan penguatan karakter di SD Nasima tetap berada di level yang luar biasa tinggi.

Dari data keberlanjutan studi tingkat SD, tercatat sebanyak 25,7 persen (160 siswa) memilih untuk langsung melanjutkan ke SMP Nasima, sedangkan pilihan lainnya terdistribusi ke sekolah negeri sebesar 10,1 persen, pesantren sebesar 9,6 persen, sekolah swasta lain sebesar 6,4 persen, dan sebanyak 44,5 persen responden masih belum menentukan pilihan. Beberapa saran perbaikan dari orang tua di jenjang ini meliputi pemisahan jalur pintu keluar-masuk kendaraan antar-jemput demi mengurai kemacetan, pengawasan ketat terhadap pencegahan kasus perundungan (bullying), serta optimalisasi pembelajaran bahasa Inggris yang lebih aplikatif dan komunikatif bagi siswa kelas atas.

PUBLIC SPEAKING: Pendidikan di semua unit Sekolah Nasima memfasilitasi semua peserta didik untuk mebiasakan kerja kolaboratif serta berani mempresentasikan hasil kerjanya secara sistematis.

Sementara itu, unit SMP atau Nasima Middle School (NMS) menunjukkan tren pemulihan kualitas layanan yang progresif setelah mencatatkan tingkat partisipasi survei mencapai 98,8 persen (409 responden dari 414 wali murid). Skor kepuasan NMS berhasil merangkak naik ke angka 87 persen pada tahun ajaran 2025/2026 setelah sempat terkoreksi di angka 84 persen pada tahun ajaran 2024/2025. Sebagian besar orang tua memberikan apresiasi tinggi terhadap pembinaan karakter keagamaan, di samping memberikan masukan agar sekolah menyediakan program konseling kepercayaan diri remaja oleh psikolog ahli serta peremajaan fasilitas sanitasi toilet sekolah.

Lompatan kepuasan paling dramatis dalam penelitian periode ini dibukukan oleh unit SMA atau Nasima High School (NHS) dengan tingkat partisipasi wali murid sebesar 98,4 persen (188 dari 191 responden). Layanan pendidikan di SMA Nasima melesat tajam dari tingkat kepuasan yang hanya sebesar 77,6 persen di tahun ajaran 2023/2024, naik menjadi 90 persen di tahun 2024/2025, dan kini memuncaki indeks kepuasan setinggi 94 persen pada periode 2025/2026. Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai terobosan program akademik intensif persiapan masuk perguruan tinggi yang dinilai sangat sistematis dan suportif oleh orang tua murid.

SINERGI DENGAN ORANG TUA: Penyelenggaraan pendidikan berkualitas di Sekolah Nasima merupakan sinergi “Tripusat” atau “Sakaguru” Pendidikan, yaitu yayasan selaku penyelenggara, sekolah selaku pengelola, dan orang tua peserta didik selaku pengguna sekaligus mitra sekolah.

Prestasi akademis SMA Nasima ini diperkuat oleh data keberlanjutan studi lulusannya yang sangat prestisius menuju jenjang pendidikan tinggi. Sebagian besar lulusan melanjutkan studi di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka, selebihnya di universitas luar negeri, perguruan tinggi kedinasan, serta Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Prestasi lomba-lomba juga sangat membanggakan. Ratusan prestasi nasional maupun internasional berhasil diraih peserta didik SMA Nasima selama tahun 2025/2026. Mayoritas orang tua menyatakan “Selalu” bersedia merekomendasikan SMA Nasima dengan persentase loyalitas mencapai 66 persen pada tahun ini.

Terpacu dengan masukan kritis

Menanggapi berbagai catatan kritis dan indikator layanan berkategori “Kurang” yang berkisar di angka 6 hingga 13 persen pada beberapa unit sekolah, Ketua Pengurus YPI Nasima Dr Indarti MPd menegaskan bahwa pihak yayasan tidak akan bersikap defensif. Sebaliknya, seluruh manajemen sekolah bersama para kepala unit telah diinstruksikan untuk segera membedah faktor penyebab kelemahan tersebut dan merumuskan langkah-langkah korektif yang konkret dalam rapat kerja tahunan. Beliau berjanji bahwa perbaikan fasilitas toilet, penajaman program anti-bullying, peningkatan kapasitas guru, hingga peningkatan mutu katering sekolah akan dieksekusi secara nyata mulai semester mendatang.

Dengan hasil penelitian yang sangat komprehensif ini, YPI Nasima kembali mengukuhkan kredibilitasnya sebagai institusi pendidikan Islam modern di Semarang yang konsisten mengedepankan transparansi dan akuntabilitas publik. Melalui integrasi kuat antara visi global dekade keempat, kurikulum berbasis data, pembinaan karakter berakhlak mulia, serta keterlibatan aktif orang tua murid, Sekolah Nasima optimis dapat terus melangkah mantap dalam mencetak generasi tangguh penerus bangsa yang siap bersaing di kancah internasional tanpa kehilangan akar nilai budaya luhur Nusantara dan keagamaan Islam yang rahmatan lil alamin. (Pram)

 


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *