Sekolah Nasima

Seni Karawitan untuk Memperkuat Nasionalisme di Sekolah Nasima

Bagikan

KARAWITAN “MERAH PUTIH”: Para guru TK, SD, SMP, dan SMA Nasima yang tergabung dalam tim Karawitan “Merah Putih” Nasima tekun berlatih membawakan beberapa lagu atau gendhing Jawa.

Sekolah Nasima Semarang kini telah memiliki seperangkat alat musik gamelan sebagai sarana baru untuk memperkaya khazanah seni budaya bagi peserta didik. Gamelan berkualitas tinggi yang dipesan langsung dari perajin daerah Bekonang, Sukoharjo ini, untuk sementara waktu ditempatkan di Aula Polewali SMA Nasima, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang. Kehadiran perangkat musik tradisional ini diharapkan mampu memberikan warna baru dalam lingkungan sekolah yang selama ini dikenal menjunjung tinggi semangat nasionalisme.

Rencananya, perangkat gamelan ini akan mulai digunakan secara intensif sebagai instrumen utama dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan pada tahun ajaran baru 2026/2027 mendatang. Program ini menyasar peserta didik di jenjang SMP dan SMA Nasima agar mereka lebih mengenal dan mencintai warisan budaya luhur bangsa. Untuk mengawali pemanfaatan alat musik tersebut, pihak sekolah menjadwalkan sesi latihan intensif yang berlangsung selama periode Maret hingga Juni 2026.

Latihan awal ini diikuti oleh tim karawitan Sekolah “Merah Putih” Nasima yang terdiri dari perwakilan guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA. Seni karawitan sendiri dipilih karena memiliki manfaat yang luas, yakni sebagai media penguatan karakter nasionalis melalui cinta seni budaya bangsa, sekaligus sarana untuk menajamkan rasa, meningkatkan kecerdasan musikal, dan memperhalus budi pekerti para siswa maupun tenaga pendidik.

BERSAMA PELATIH: Ki Wiyono (berdiri, kanan) membimbing para guru Sekolah Nasima menabuh jenis-jenis alat musik gamelan secara harmonis.

ALUMNI NASIMA: Alumnus Sekolah Nasima sekaligus alumnus ISI Surakarta, Toni Eka Putra Ari Wicaksono SSn (depan tengah) turut mendampingi pemberdayaan seni gamelan sebagai bagian dari pendidikan Sekolah Nasima.

Wakil Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Ilyas Johari SPd MM menegaskan bahwa pengadaan gamelan ini merupakan langkah konkret sekolah dalam melestarikan nilai-nilai kebangsaan. “Melalui gamelan, kami ingin menanamkan jiwa nasionalisme yang kuat kepada seluruh warga sekolah. Kami berharap seni karawitan ini dapat menjadi instrumen edukasi yang efektif untuk membangun karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan rasa dan kecintaan mendalam terhadap budaya nusantara,” ujar Ilyas. (Pram)

 

 

 


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *