Sekolah Nasima

TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN SERTA KEPEDULIAN PESERTA DIDIK MELALUI PELATIHAN BHD DAN P3LP

Bagikan

PRAKTIK CPR : Tiga peserta didik kelas X melakukan praktik melakukan CPR saat korban tidak sadarkan diri, Amaudi (X.3) berperan sebagai korban kemudian Arkananta (X.1) dan Reanu (X.1) memberikan CPR.

Semangat belajar dan rasa ingin tahu terpancar dari peserta didik kelas X SMA Nasima yang mengikuti kegiatan “Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bersama Puskesmas Krobokan” yang dilaksanakan pada 23 April 2026 di ruang Polewali. Sejak awal, suasana terasa hidup dengan interaksi aktif antara peserta dan pemateri. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Para peserta didik tampak siap menyerap ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Antusiasme mereka terlihat dari keterlibatan dalam setiap sesi kegiatan. (23/4/2026)

Materi Bantuan Hidup Dasar menjadi pembuka yang menarik perhatian para peserta didik. Instruktur dari Puskesmas Krobokan memperagakan teknik resusitasi jantung paru (RJP) dengan langkah-langkah yang jelas. Para peserta didik menyimak dengan serius sebelum akhirnya mencoba secara langsung. Beberapa terlihat masih ragu, namun perlahan menjadi lebih percaya diri. Dari proses ini, mereka memahami bahwa ketepatan dan keberanian sangat dibutuhkan dalam situasi darurat.

Kegiatan berlanjut pada materi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis yang memberi warna berbeda. Peserta didik diajak untuk lebih peka terhadap kondisi emosional orang lain. Mereka belajar bahwa mendengarkan dengan tulus dapat menjadi bentuk pertolongan yang berarti. Suasana sempat hening ketika peserta merenungkan pentingnya dukungan emosional. Dari sini, tumbuh kesadaran bahwa kepedulian tidak hanya ditunjukkan melalui tindakan fisik.

Menutup kegiatan, pihak sekolah menyampaikan apresiasi terhadap pelatihan yang telah berlangsung. Wakil Kepala Bidang Kepeserta didikan, Suroyatul Isniah, SPd, Msi mengatakan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk membekali peserta didik dengan keterampilan penting yang dapat digunakan dalam situasi darurat.” Pernyataan tersebut menjadi penegas bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang besar bagi peserta didik. Pengalaman yang diperoleh tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap peduli. Dari ruang Polewali, para peserta didik pulang dengan pemahaman baru tentang arti menolong dan memahami sesama. (AD)


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *