SATE TAICHAN: Dari kiri-kanan, Sasa, Vio, Yumna dan Lisa dari kelas IX A sedang membuat sajian sate taichan.
Suasana SMP Nasima tampak berbeda pada Rabu, 22 April 2026. Aroma berbagai makanan khas memenuhi area sekolah yang berlokasi di Jalan Trilomba Juang No. 1 Semarang. Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Ujian Praktik Kelas IX yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh mata pelajaran IPS, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn), Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Dalam ujian praktik ini, para siswa ditantang untuk memasak, menyajikan, serta mempresentasikan berbagai makanan yang mencerminkan akulturasi budaya kuliner Nusantara dengan mancanegara. Beragam hidangan populer seperti siomay, bakso, selat solo, sate taichan, kroket, martabak, perkedel, dan makanan akulturatif lainnya diolah langsung oleh siswa dengan penuh kreativitas dan kerja sama tim.
Melalui mata pelajaran IPS dan PKn, siswa diajak memahami latar belakang sejarah serta nilai-nilai kebangsaan yang muncul dari proses pertemuan budaya. Sementara itu, keterampilan berbahasa dikembangkan melalui presentasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, di mana siswa menjelaskan asal-usul makanan, pengaruh budaya asing, serta proses pembuatannya secara runtut dan komunikatif.
Sri Nikmatu Rupiah, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan mengajaran menyampaikan bahwa ujian praktik kolabratif ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga dilatih untuk bekerja sama, berpikir kritis, dan bangga terhadap budaya bangsa yang terbentuk dari proses akulturasi,” ujar bu guru yang akrab dipanggil Ms Piah itu.
Antusiasme siswa tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka dengan percaya diri menyajikan hasil masakan kepada guru penguji, sekaligus memaparkan informasi dengan bahasa inggris dengan baik.
Ujian praktik kolaboratif ini menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dilakukan secara menyenangkan, kontekstual, dan terpadu. Selain meningkatkan kompetensi akademik, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa cinta terhadap kuliner dan budaya Indonesia yang kaya serta terbuka terhadap pengaruh budaya dunia. (Taryadi)

PRESENTASI: Dari kiri-kanan, Tama, Azam, Raffa, dan Zaki sedang mempresentasikan dalam bahasa Inggris sajian kuliner selat solo didepan guru penguji.
